JAKARTA – Mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menjadi sorotan publik saat tiba di Gedung Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa pagi (20/5/2025).
Kedatangannya untuk memenuhi panggilan penyidik guna menjalani pemeriksaan terkait tuduhan kepemilikan ijazah palsu yang dilayangkan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).
Momen ini mengundang perhatian besar, terutama karena Jokowi tampak tenang dengan senyum misterius saat menyapa awak media.
Latar Belakang Kasus
Kasus ini bermula dari pengaduan yang diajukan oleh Ketua TPUA, Egi Sudjana, pada 9 Desember 2024. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LI/39/IV/RES.1.24./2025/Direktorat Tindak Pidana Umum pada 9 April 2025.
TPUA menuding adanya kejanggalan pada ijazah S1 Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yang kemudian memicu penyelidikan oleh Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri.
Penyelidikan ini diperkuat dengan temuan publik yang menyebar di media sosial, menyoroti dugaan cacat hukum pada dokumen pendidikan Jokowi. Untuk mendalami kasus ini, polisi telah memeriksa 31 saksi, termasuk rekan SMA dan kuliah Jokowi, rektor, serta pihak pengadu. Selain itu, dokumen seperti foto, formulir pendaftaran, hingga skripsi Jokowi juga tengah diuji secara forensik.
Jokowi Serahkan Ijazah untuk Pemeriksaan Forensik
Sebelum pemeriksaan hari ini, pada 9 Mei 2025, adik ipar Jokowi, Wahyudi Andrianto, telah menyerahkan ijazah asli milik Jokowi, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga S1 di UGM, kepada penyidik Bareskrim. Dokumen-dokumen ini diserahkan untuk diuji di Laboratorium Forensik guna memverifikasi keasliannya.
“Kami telah menyerahkan semua dokumen ijazah untuk diperiksa secara forensik. Kami berharap polemik ini segera selesai dan kebenaran dapat terungkap,” ujar Yakup Hasibuan, kuasa hukum Jokowi, di Bareskrim Polri, Jumat (9/5/2025).
Pihak Jokowi menegaskan bahwa mereka kooperatif dalam proses hukum ini dan berharap hasil uji forensik dapat mematahkan tuduhan yang beredar.
Pemeriksaan Jokowi: Klarifikasi atau Bukti Baru?
Pemeriksaan terhadap Jokowi hari ini bertujuan untuk mengklarifikasi keaslian ijazah yang dimilikinya. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, menyatakan bahwa pihaknya akan mendalami semua keterangan yang diberikan Jokowi.
“Kami mengundang Bapak Jokowi untuk memberikan keterangan terkait dokumen pendidikannya. Ini bagian dari proses penyelidikan,” ungkap Djuhandhani.
Senyum yang dilemparkan Jokowi kepada wartawan saat tiba di Bareskrim menambah spekulasi publik. Apakah gestur tersebut menunjukkan keyakinan dirinya atau justru ada hal lain di baliknya? Hingga kini, Jokowi belum memberikan pernyataan resmi terkait pemeriksaan tersebut.
Respons Publik dan Kontroversi
Kasus ini telah memicu berbagai reaksi di masyarakat. Di media sosial, topik ini menjadi trending dengan beragam pendapat. Sebagian pihak mendukung Jokowi, menyebut tuduhan ini sebagai upaya politis untuk menjatuhkan reputasinya. Sementara itu, pihak lain menuntut transparansi penuh terkait keabsahan ijazah mantan presiden tersebut.
Selain di Bareskrim, Jokowi juga menghadapi gugatan serupa di Pengadilan Negeri Surakarta. Ia bahkan melaporkan balik beberapa pihak, termasuk Roy Suryo, atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terkait isu ijazah ini di Polda Metro Jaya pada 30 April 2025.
Pemeriksaan hari ini menjadi titik krusial dalam penyelidikan kasus dugaan ijazah palsu. Hasil uji forensik terhadap dokumen yang diserahkan serta keterangan Jokowi akan menentukan langkah hukum berikutnya.