BANDUNG — Kekalahan 0-2 dari Persib Bandung tak menghapus kesan positif pelatih Melbourne Victory, Giovanni Savarese, terhadap Kota Kembang. Di balik hasil pahit pada laga ketiga Grup E AFC Champions League Two (ACL 2) 2026-2027.
Pelatih berdarah Venezuela-Italia itu mengaku menikmati suasana Bandung, terutama keramahan masyarakat dan fanatisme Bobotoh yang menciptakan atmosfer luar biasa di Stadion Si Jalak Harupat.
Melbourne Victory harus mengakui keunggulan Persib saat bertandang ke Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (28/10/2026) malam WIB. Dua gol Balsa Sekulic pada menit ke-47 dan 67 memastikan kemenangan Maung Bandung sekaligus memperkokoh posisi tuan rumah di puncak klasemen sementara Grup E.
Pertandingan sempat berjalan alot pada babak pertama. Kedua tim kesulitan menciptakan peluang berbahaya sehingga skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Namun, kebuntuan pecah sesaat setelah babak kedua dimulai. Sekulic membuka keunggulan Persib pada menit ke-47 setelah memanfaatkan umpan Danijel Loncar. Penyerang tersebut kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-67, kali ini melalui assist Berguinho.
Dua gol itu membuat Melbourne Victory pulang tanpa poin. Sebaliknya, Persib sukses mengamankan kemenangan ketiga sekaligus mengoleksi sembilan poin untuk memimpin klasemen sementara. Melbourne Victory masih menempati posisi kedua dengan empat poin.
Terpukau Fanatisme Bobotoh
Di tengah kekecewaan akibat kekalahan tersebut, Savarese justru memberikan apresiasi terhadap atmosfer sepak bola yang dirasakannya selama berada di Bandung.
Bagi Savarese, kunjungan kali ini menjadi pengalaman pertamanya di Kota Kembang. Ia mengaku menikmati waktunya di Bandung dan terkesan dengan sambutan masyarakat serta dukungan suporter Persib yang begitu kuat sepanjang pertandingan.
“Ya, ini pengalaman pertama saya di Bandung, saya sangat menikmati selama tinggal di sini, masyarakatnya ramah dan baik, basis suporternya luar biasa dan sangat fanatik,” kata Savarese.
Dukungan Bobotoh di Si Jalak Harupat menjadi salah satu hal yang paling membekas bagi pelatih Melbourne Victory tersebut. Atmosfer stadion yang bergemuruh menghadirkan tekanan tersendiri bagi tim tamu ketika menghadapi Persib di hadapan pendukungnya.
Savarese juga menilai Persib memiliki keistimewaan berkat dukungan suporter yang begitu besar. Menurut dia, atmosfer seperti itu tidak mudah ditemukan dalam pengalamannya di Australia.
“Kalian memiliki sesuatu yang sangat istimewa di sini, dan kalian patut bangga dengan apa yang kalian miliki,” sambungnya.
Pujian tersebut menjadi sisi lain dari pertandingan yang berakhir pahit bagi Melbourne Victory. Meski gagal mencuri poin, Savarese tetap membawa pulang kesan positif terhadap Bandung, kota yang memberinya pengalaman berbeda dalam atmosfer sepak bola Asia.
Melbourne Victory Bidik Balas Kekalahan
Meski mengakui keistimewaan atmosfer Bandung, Savarese tak ingin kekalahan dari Persib menjadi hasil yang berlarut-larut. Melbourne Victory kini mengalihkan perhatian ke pertemuan kedua melawan Maung Bandung yang dijadwalkan berlangsung pada 4 November 2026.
Kali ini, Melbourne Victory akan mendapat keuntungan bermain di kandang sendiri. Savarese menegaskan timnya harus memaksimalkan kesempatan tersebut untuk memburu kemenangan dan menjaga persaingan memperebutkan tiket ke babak berikutnya.
“Tentu kami harus memanfaatkan keuntungan saat bermain di kandang. Di kandang sendiri, Anda harus memastikan bisa mengamankan tiga poin,” kata Savarese.
Target tiga poin menjadi penting bagi Melbourne Victory setelah kehilangan angka di Bandung. Dengan Persib yang telah mengumpulkan sembilan poin dan Melbourne Victory mengoleksi empat poin, hasil pertandingan berikutnya berpotensi memengaruhi persaingan di Grup E.
Savarese menyadari kemenangan di kandang menjadi modal penting bagi timnya untuk tetap bersaing dalam perebutan tempat di fase selanjutnya.
”Jika kami mampu mengamankan poin penuh di kandang, kami akan terus bersaing untuk lolos ke babak berikutnya,” sambungnya.
Pertemuan kedua nanti akan menjadi kesempatan bagi Melbourne Victory untuk merespons kekalahan sekaligus memangkas jarak dari Persib. Sementara itu, Maung Bandung berpeluang melanjutkan tren positif dan semakin mendekati target lolos dari fase grup ACL 2 2026-2027.
Bagi Savarese, tantangan berikutnya bukan sekadar menghadapi Persib, melainkan memastikan timnya mampu mengubah kekecewaan di Si Jalak Harupat menjadi motivasi untuk meraih hasil lebih baik di kandang sendiri.