JAKARTA – Kanada menegaskan tidak akan bergabung dengan Amerika Serikat maupun Israel dalam operasi militer melawan Iran. Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri, Anita Anand dalam konferensi pers virtual dari Türkiye, Selasa (17/3/2026).
“Kanada tidak dikonsultasikan, Kanada tidak ikut serta dalam operasi militer, dan Kanada tidak berniat terlibat dalam operasi militer ofensif,” ujarnya, dilansir dari Sputnik.
Anand menambahkan, sejauh ini tidak ada permintaan resmi dari Presiden AS Donald Trump agar negara-negara anggota NATO turut serta dalam operasi atau menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz. “Sepengetahuan kami, belum ada permintaan yang diajukan ke NATO untuk bantuan tersebut. Sebagai anggota pendiri, Kanada tetap berkomitmen pada pertahanan kolektif dan pencegahan,” katanya.
Ia juga menegaskan belum ada pembahasan di antara sekutu NATO mengenai mekanisme pemicu tindakan aliansi. Ketika ditanya apakah sudah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio terkait upaya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, Anand menjawab belum ada kontak sejak operasi militer AS terhadap Iran dimulai.
Kanada Menyesal Dukung AS
Sebelumnya, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney menyatakan dukungan terhadap serangan AS dan Israel terhadap Iran “dengan penyesalan,” meski tidak menutup kemungkinan keterlibatan Kanada dalam konflik.
Serangan AS dan Israel yang dimulai 28 Februari menargetkan sejumlah lokasi di Iran, termasuk Teheran, menimbulkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel serta sasaran militer AS di Timur Tengah.