Musibah kandasnya kapal kargo Velocity di perairan Raja Ampat, Papua Barat Daya, mengundang perhatian serius dari aparat kepolisian dan pihak konservasi laut. Kapal bermuatan 900 ton semen ini dilaporkan menabrak terumbu karang di kawasan wisata selam yang terkenal akan keindahan bawah lautnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda Papua Barat Daya bersama Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Raja Ampat segera menurunkan tim investigasi. Pemeriksaan dokumen kapal serta dokumentasi visual dilakukan untuk mengukur sejauh mana kerusakan yang ditimbulkan pada ekosistem terumbu karang.
Direktur Polairud Polda Papua Barat, Kombes Pol Budy Utomo, menegaskan bahwa pihaknya serius dalam menangani insiden ini karena menyangkut ekosistem laut yang sangat sensitif dan dilindungi. “Kami telah mengumpulkan bukti-bukti awal dan akan melanjutkan penyelidikan bersama instansi terkait,” ujarnya.
Kapal Velocity diketahui berangkat dari Pelabuhan Masiho, Maluku Tengah, menuju Pelabuhan Manokwari. Muatannya berupa semen untuk proyek di Kabupaten Seram Timur, Maluku.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam jalur pelayaran, terutama di wilayah konservasi laut seperti Raja Ampat yang menjadi salah satu surga bawah laut dunia.
Laporan – Joko Prayitno / Raja Ampat, Papua Barat Daya / Garuda TV
Caption | Admin: Raihana