KASHMIR, INDIA – Konflik di wilayah sengketa Kashmir kembali memanas. Pasukan militer India dan Pakistan terlibat dalam aksi saling tembak di sepanjang Garis Kontrol (Line of Control/LoC) pada Jumat, 25 April 2025. Insiden ini dipicu oleh serangan mematikan kelompok milisi pada Selasa, 22 April 2025, yang menewaskan puluhan orang, termasuk wisatawan di resor Pahalgam, Jammu dan Kashmir.
Ketegangan ini tak hanya mengguncang kawasan, tetapi juga memicu respons diplomatik dan militer yang tegas dari kedua negara.
Akar Konflik dan Situasi Terkini
Wilayah Kashmir telah lama menjadi sumber perselisihan antara India dan Pakistan sejak kemerdekaan pada 1947. Menurut pejabat pemerintah Kashmir di sisi Pakistan, Syed Ashfaq Gilani, baku tembak terjadi di sepanjang LoC yang memisahkan kedua negara.
“Pasukan saling tembak di sepanjang Garis Kontrol pada Jumat (25/4),” ujar Gilani, menegaskan intensitas pertempuran di perbatasan.
Serangan di Pahalgam menewaskan 26 orang, termasuk 25 warga India dan satu warga Nepal. Insiden ini memicu kemarahan publik di India. Aksi protes meluas, termasuk pembakaran bendera Pakistan oleh warga. Ketegangan meningkat setelah kedua negara mengambil langkah diplomatik ekstrem, seperti menutup perbatasan Wagah, menangguhkan perdagangan, dan membatalkan visa.
Langkah Diplomatik dan Militer yang Meningkatkan Ketegangan
India merespons serangan tersebut dengan tindakan tegas, termasuk menangguhkan Perjanjian Perairan Indus 1960 dan menarik staf diplomatik dari Islamabad. Sebagai balasan, Pakistan menutup wilayah udara untuk penerbangan India dan menghentikan seluruh aktivitas perdagangan lintas batas.
“Semua pergerakan dari India melalui perbatasan Wagah dihentikan tanpa pengecualian. Seluruh aktivitas perdagangan, termasuk melalui negara ketiga ke India, juga dihentikan,” bunyi pernyataan resmi dari pihak Pakistan.
Di sisi militer, Angkatan Udara India dilaporkan telah mengerahkan jet tempur yang didukung oleh pesawat radar jarak jauh untuk pengintaian. Pakistan pun meningkatkan kesiagaan militernya di sepanjang perbatasan, memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut.
Dampak Global dan Respons Internasional
Ketegangan ini menarik perhatian dunia internasional. Kedutaan Besar Amerika Serikat di India mengimbau warganya untuk menghindari perjalanan ke wilayah Kashmir karena situasi yang tidak menentu. Selain itu, konflik ini menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi, mengingat penutupan perbatasan dan gangguan perdagangan antara kedua negara.
Latar Belakang Konflik Kashmir
Kashmir telah menjadi titik panas selama beberapa dekade. India dan Pakistan sama-sama mengklaim wilayah tersebut sebagai bagian dari teritori mereka. Konflik bersenjata, pemberontakan, dan ketegangan militer kerap terjadi di kawasan ini yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Insiden terbaru ini menambah daftar panjang ketegangan yang belum menemukan solusi permanen.
Apa Selanjutnya untuk Kashmir
Dengan kedua negara dalam kondisi siaga penuh, dunia kini menahan napas menyaksikan perkembangan di Kashmir. Apakah eskalasi ini akan mereda atau justru membawa India dan Pakistan ke arah konflik yang lebih besar? Situasi ini menuntut perhatian global untuk mendorong dialog dan mencegah pertumpahan darah lebih lanjut.