JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memperingatkan bahwa Washington akan mengambil stok uranium yang diperkaya milik Iran secara paksa jika tidak tercapai kesepakatan.
Ia menyebut persediaan tersebut sebagai “debu nuklir” dan menegaskan tidak akan ada pungutan di Selat Hormuz.
“Kami akan masuk ke Iran, dan kami akan mengambilnya bersama-sama, lalu membawanya kembali ke AS,” kata Trump kepada wartawan pada Jumat (17/4/2026) dalam perjalanan kembali ke Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, dilansir Anadolu. Ia menambahkan, “Jika kami tidak melakukannya, kami akan mendapatkannya dalam bentuk lain, bentuk yang jauh lebih tidak bersahabat.”
Trump juga membuka kemungkinan berakhirnya gencatan senjata dua pekan yang dimediasi Pakistan, yang akan selesai pada Rabu mendatang. “Mungkin saya tidak akan memperpanjangnya, tetapi blokade akan tetap ada. Namun mungkin saya tidak akan memperpanjangnya, jadi Anda memiliki blokade, dan sayangnya, kami harus mulai menjatuhkan bom lagi,” ucapnya.
Menanggapi klaim Iran bahwa masih ada perbedaan dalam negosiasi, Trump berkata: “Mereka harus mengatakan sesuatu yang berbeda karena mereka punya pihak yang harus mereka layani. Saya hanya mengatakan apa adanya.”
Terkait Selat Hormuz, Trump menegaskan, “Tidak. Tidak mungkin. Pembatasannya adalah Anda tidak boleh memberlakukan pungutan. Tidak akan ada pungutan.”