JAKARTA – Pemerintah memperkuat kebijakan pembangunan anak menjelang Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap 23 Juli melalui peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk menyiapkan generasi unggul yang sehat, cerdas, berdaya saing, serta memiliki lingkungan tumbuh yang aman dan berkualitas.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, mengatakan Presiden Prabowo Subianto terus mengarahkan berbagai program prioritas untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Saya ingin menyampaikan bahwa pemerintah punya begitu banyak program untuk menyiapkan SDM unggul dan tangguh. Tidak ada yang tertinggal, yang di bawah desil-1 dan desil-2 juga dijamin aksesnya.”
“Tapi di saat yang sama juga menyiapkan SDM yang kompetitif,” kata Pratikno dalam Konferensi Pers mingguan PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat) di kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Jakarta, Rabu (22/7).
Pemerintah memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati layanan kesehatan, pendidikan, serta hunian yang layak sebagai fondasi pembangunan SDM berkualitas.
Pada sektor kesehatan, program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG) terus diperluas agar masyarakat memperoleh layanan deteksi dini berbagai penyakit sejak usia sekolah.
Selain CKG, pemerintah mempercepat pembangunan rumah sakit umum daerah di berbagai wilayah guna memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat.
Penguatan layanan kesehatan juga dilakukan melalui penambahan dokter spesialis dengan skema pendidikan berbasis universitas maupun rumah sakit.
Upaya tersebut dilengkapi percepatan penanganan stunting, tuberkulosis, dan lepra untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
“Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, kemudian juga pembangunan RSUD besar-besaran di banyak daerah, kemudian penambahan dokter spesialis, mulai dari pendidikan spesialis yang university-based maupun hospital-based dan juga kita terus-menerus mengupayakan untuk penurunan prevalensi stunting, penanganan penyakit tuberkulosis serta lepra,” imbuhnya.
Di bidang pendidikan, pemerintah memperluas kesempatan belajar melalui Sekolah Rakyat yang memberikan layanan pendidikan gratis bagi anak dari keluarga desil-1 dan desil-2.
Program tersebut diharapkan mampu mengurangi kesenjangan akses pendidikan sekaligus membuka peluang bagi anak-anak kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
Pemerintah juga melanjutkan revitalisasi sekolah di berbagai daerah agar fasilitas pendidikan semakin nyaman, aman, dan mendukung proses belajar modern.
Transformasi pendidikan diperkuat melalui digitalisasi sekolah dengan distribusi Interactive Flat Panel (IFP) secara bertahap ke berbagai satuan pendidikan di Indonesia.
“Artinya untuk menjamin bahwa fasilitas sekolah menjadi baik, selain itu juga digitalisasi, distribusi IFP, interactive flat panel yang meluas di seluruh sekolah di Indonesia,” kata Pratikno.
Pengembangan talenta unggul juga menjadi fokus melalui Sekolah Unggul Garuda yang dipersiapkan untuk mencetak generasi berkompetensi tinggi di bidang STEM dan kepemimpinan.
Di saat yang sama, pemerintah mengembangkan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai sekolah unggulan nonasrama yang mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA.
Program SNT ditargetkan memiliki 100 sekolah, dengan 17 unit mulai beroperasi pada tahun ajaran ini menggunakan kurikulum nasional dan internasional berbasis STEAMS serta bahasa pengantar asing.
Perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada aspek kesehatan fisik dan pendidikan, tetapi juga perlindungan anak dari berbagai ancaman sosial yang semakin kompleks.
Sebagai respons terhadap meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak, pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional #RuangAmanNyamanAnak (Gernas RANA).
Program tersebut mendorong terciptanya ruang aman di lingkungan keluarga, sekolah, ruang publik, hingga ruang digital agar anak tumbuh tanpa kekerasan.
Perlindungan terhadap kesehatan mental juga menjadi perhatian utama karena lingkungan yang aman dinilai berpengaruh besar terhadap perkembangan karakter dan masa depan anak.
“Anak-anak tidak hanya kita jamin nutrisinya saja, tapi kita juga jamin kesehatan mentalnya. Nah ruang aman dan nyaman itu menjadi penting, karena apakah kalau setiap hari terjadi kekerasan itu akan menimbulkan dampak trauma panjang bagi anak,” kata Pratikno.
Melalui penguatan layanan kesehatan, pemerataan pendidikan, modernisasi sekolah, hingga perlindungan anak, pemerintah menargetkan lahirnya generasi Indonesia yang sehat, unggul, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan.***