Nasib naas menimpa Ahmad Alif Lutfian Fahmi (32), seorang wiraswasta asal Kabupaten Rembang. Pria kelahiran 4 Agustus 1994 ini mengembuskan napas terakhirnya saat mendaki kawasan Puncak 29, Gunung Muria, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Senin (7/9/2026) malam.
Korban dilaporkan ambruk di Pos 5 akibat mengalami kelelahan ekstrem dan hipotermia setelah sempat mengeluhkan sakit pada dadanya.
Sempat Mengeluh Dada Sesak Sejak Pos 4
Kasi Humas Polres Kudus, AKP Kusmanto, menjelaskan bahwa Ahmad mendaki bersama rombongan yang terdiri dari lima orang rekannya—termasuk dua anggota Vertical Rescue Indonesia (VRI) Rembang dan tiga pegiat alam bebas.
Rombongan tiba di basecamp Desa Rahtawu sekitar pukul 17.30 WIB menggunakan mobil, lalu memulai pendakian menuju Puncak 29 sekitar pukul 17.50 WIB. Namun, gejala fisik korban mulai menurun drastis tak lama setelah melewati jalur pendakian awal.
“Saat mencapai Pos 4, korban sempat menyampaikan kepada rekan-rekannya bahwa dadanya terasa sesak. Meski demikian, korban tetap bertekad melanjutkan perjalanan menuju puncak,” kata Kusmanto, Selasa (8/9/2026).
Di tengah perjalanan antara Pos 4 dan Pos 5, rombongan terbagi menjadi dua kelompok karena kondisi medan yang gelap. Korban berjalan di barisan belakang dengan dikawal dua rekannya.
Ambruk di Petilasan Eyang Pandu
Rombongan akhirnya berhasil mencapai titik Petilasan Eyang Pandu di Pos 5 dan sempat beristirahat sejenak. Namun, petaka terjadi saat mereka hendak kembali melanjutkan perjalanan.
“Korban sempat duduk dan beristirahat sekitar lima menit. Saat hendak berjalan kembali, kondisi tubuh korban mendadak lemas dan langsung terjatuh tepat di samping petilasan,” jelas Kusmanto.
Melihat kondisi korban yang memburuk, mulut mengeluarkan air liur, dan tak lagi merespons, dua rekan korban langsung berlari turun ke basecamp selama 30 menit untuk meminta bantuan warga dan Bhabinkamtibmas Desa Rahtawu.
Evakuasi Pakai Motor, Polisi Pastikan Akibat Hipotermia
Warga lokal bersama tim relawan bergerak cepat menuju Pos 5 untuk melakukan evakuasi. Karena jalur yang memungkinkan, jasad korban diturunkan dari area pegunungan menggunakan moda transportasi sepeda motor menuju pemukiman warga, sebelum dilarikan ke RSUD dr. Loekmonohadi Kudus.
Pemeriksaan medis kemudian dilakukan oleh dr. Besar Wahyu Riyadi dari UPT Puskesmas Gondosari bersama Tim Inafis Polres Kudus.
“Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau luka pada tubuh korban, hanya ditemukan lebam mayat. Tim medis menyimpulkan korban meninggal dunia akibat kelelahan hebat dan hipotermia,” tegas Kusmanto.
Pihak keluarga korban yang diwakili oleh ibu kandungnya menyatakan telah menerima musibah ini dengan ikhlas dan menolak prosedur autopsi. Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman.