JAKARTA — PT KAI Commuter mengurangi 17 perjalanan Commuter Line lintas Jakarta Kota–Bogor setelah rangkaian KRL seri iE305 (CLI-225) produksi PT INKA ditarik sementara untuk menjalani perawatan intensif. Kebijakan tersebut membuat jumlah perjalanan KRL yang dioperasikan setiap hari turun dari 1.065 menjadi 1.048 perjalanan.
Pengurangan perjalanan dilakukan setelah rangkaian KRL tersebut mengalami dua kali insiden anjlok dalam satu hari, yakni di Stasiun Jakarta Kota dan Stasiun Manggarai pada Jumat (4/9/2026). KRL iE305 yang mulai melayani penumpang sejak 16 Desember 2025 itu kini menjadi objek pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan seluruh komponen sarana berada dalam kondisi aman sebelum kembali dioperasikan.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan perawatan dilakukan secara intensif dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan. KAI Commuter juga meminta pengertian pengguna selama proses tersebut berlangsung.
“Saat ini kami melakukan proses perawatan rangkaian sarana KRL yang ada secara intensif, demi keselamatan dan keamanan perjalanan. Kami memahami pasti akan ada ketidaknyamanan bagi para pengguna Commuter Line selama proses perawatan ini. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” kata Karina.
Dampak pengurangan perjalanan terutama dirasakan pada jam sibuk pagi dan sore. Pada pagi hari, sebanyak 12 perjalanan dibatalkan, terdiri atas tujuh perjalanan dari arah Bogor, Cilebut, dan Depok menuju Manggarai atau Jakarta Kota serta lima perjalanan dari Jakarta Kota menuju Bogor.
Sementara pada sore hari, terdapat lima perjalanan yang dikurangi. Rinciannya, dua perjalanan pada rute Manggarai–Bogor dan tiga perjalanan dari arah Bogor.
Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bagian dari penyesuaian pola operasi selama proses perawatan rangkaian KRL berlangsung. Dengan berkurangnya perjalanan, pengguna Commuter Line di lintas Jakarta Kota–Bogor perlu menyesuaikan perjalanan dengan jadwal operasional yang tersedia.
Dua Kali Anjlok dalam Sehari
Penarikan rangkaian iE305 tidak terlepas dari insiden yang terjadi pada Jumat (4/9/2026). Pada pagi hari, KRL tersebut mengalami anjlok di Stasiun Jakarta Kota.
Peristiwa itu berdampak terhadap pola perjalanan Commuter Line. KAI Commuter kemudian melakukan rekayasa operasional dengan memangkas perjalanan dari arah Bogor sehingga sejumlah perjalanan hanya melayani hingga Stasiun Jayakarta atau Stasiun Manggarai.
Masalah kembali terjadi pada siang hari ketika rangkaian yang sama mengalami anjlok di Stasiun Manggarai. Saat itu, KRL tengah dalam proses untuk dievakuasi menuju fasilitas perawatan di Balai Yasa Manggarai.
Manajer Public Relations KAI Commuter Leza Arlan memastikan dua kejadian anjlok yang berlangsung pada hari yang sama tersebut melibatkan rangkaian yang identik.
Dengan adanya dua insiden tersebut, pemeriksaan terhadap rangkaian iE305 dilakukan secara lebih menyeluruh sebelum sarana kembali digunakan untuk melayani penumpang.
Sebelumnya Sempat Alami Gangguan Teknis
KRL seri iE305 sebenarnya telah dilengkapi sejumlah teknologi pendukung operasional. Rangkaian dengan konfigurasi 12 gerbong atau SF12 tersebut menggunakan sistem traksi Variable Voltage Variable Frequency (VVVF) dan Train Monitoring System (TMS) untuk pemantauan operasional secara terpusat.
Sebelum dioperasikan, rangkaian tersebut juga telah melalui sejumlah tahapan pengujian, antara lain pengujian konstruksi, statis, dinamis, hingga endurance.
Namun, dalam masa operasionalnya, rangkaian ini sempat mengalami kendala teknis. Salah satunya terjadi pada 29 Desember 2025 ketika gangguan pada sistem pintu otomatis dikeluhkan pengguna dan menjadi perhatian di media sosial.
Saat itu, teknisi PT INKA turut diterjunkan untuk memberikan pendampingan teknis di dalam rangkaian. Gangguan tersebut menjadi salah satu catatan teknis yang pernah dialami KRL iE305 sejak mulai beroperasi.
Setelah insiden anjlok pada 4 September 2026, rangkaian tersebut kemudian menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi sarana secara keseluruhan.
PT INKA Turunkan Tim Engineering
PT INKA merespons penarikan rangkaian tersebut dengan menurunkan tim teknis untuk mendampingi proses pemeriksaan bersama KAI Commuter. Evaluasi dilakukan melalui general check up terhadap unit KRL iE305.
Senior Manager Corporate Communication and Representative Office PT INKA Nanang Agung Rohmandiyas mengatakan pemeriksaan melibatkan tim engineering dan quality assurance perusahaan bersama KAI Commuter. Pemeriksaan diarahkan pada komponen-komponen penting yang berkaitan dengan keselamatan dan keandalan sarana.
“Sejak awal proses ini berlangsung, tim engineering dan quality assurance kami sudah terjun langsung bersama tim KAI Commuter untuk memastikan setiap komponen, termasuk bogie dan sistem propulsi, berfungsi optimal. Kami mendukung penuh proses ini demi memastikan keandalan dan keselamatan sarana,” ujar Nanang.
Pemeriksaan tersebut mencakup komponen vital, termasuk bogie dan sistem propulsi. Langkah itu dilakukan untuk memastikan setiap bagian rangkaian berada dalam kondisi optimal sebelum kembali digunakan dalam layanan Commuter Line.
Menurut Nanang, PT INKA mendukung penuh proses perawatan dan evaluasi yang dilakukan bersama KAI Commuter. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan sebagai produsen sarana perkeretaapian dalam menjaga keandalan dan keselamatan transportasi publik.
Selama proses pemeriksaan berlangsung, KAI Commuter melakukan penyesuaian jumlah perjalanan di lintas Jakarta Kota–Bogor. Sebanyak 17 perjalanan dikurangi dari jadwal normal, sehingga total perjalanan harian menjadi 1.048 perjalanan.
KAI Commuter dan PT INKA selanjutnya terus melakukan koordinasi selama proses perawatan dan pemeriksaan rangkaian iE305. Rangkaian tersebut akan kembali dioperasikan setelah proses perawatan selesai dan kondisi sarana dinyatakan memenuhi aspek keandalan serta keselamatan perjalanan.