BANDUNG — Pelatih Persib Bandung Igor Tolic dibuat baper oleh sambutan Bobotoh pada laga debutnya di Super League 2026-2027. Koreografi bertuliskan “In Igor We Trust” yang dibentangkan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) membuat pelatih asal Kroasia itu tersentuh hingga meneteskan air mata.
Momen emosional tersebut terjadi ketika Persib menghadapi PSM Makassar, Minggu (8/9/2026) malam. Ribuan Bobotoh memenuhi tribune GBLA dan memberikan dukungan kepada Tolic yang dipercaya menjadi penerus Bojan Hodak sebagai pelatih kepala Maung Bandung.
Bukan sekadar memenuhi tribune dengan warna kebanggaan Persib, Bobotoh juga menyiapkan kejutan khusus untuk Tolic. Koreografi bergambar wajah sang pelatih dibentangkan dengan tulisan “In Igor We Trust” sebagai simbol kepercayaan kepada juru taktik berusia 48 tahun tersebut.
Sambutan itu semakin terasa emosional karena Bobotoh juga menyanyikan “Thank you Igor Tolic” dari tribune. Dukungan tersebut membuat Tolic tak mampu menyembunyikan rasa harunya, bahkan setelah pertandingan berakhir.
Di tengah atmosfer luar biasa tersebut, Persib berhasil memberikan penutup yang sempurna. Maung Bandung mengalahkan PSM Makassar dengan skor 3-1 dan mengamankan tiga poin pada laga pembuka Super League 2026-2027.
Namun, bagi Tolic, kemenangan bukan satu-satunya hal yang membuat laga debutnya sulit dilupakan. Perlakuan Bobotoh justru menjadi momen yang paling membekas.
Tolic mengaku benar-benar tersentuh melihat sambutan tersebut. Menurutnya, tidak semua pelatih, bahkan mereka yang memiliki reputasi besar, pernah merasakan atmosfer dan apresiasi seperti yang diberikan Bobotoh kepadanya.
“Ya, itu emosional. Beberapa orang sepanjang hidup mereka tidak melihat ini. Saya tahu banyak pelatih hebat datang ke sini, mereka tidak memiliki suasana seperti ini atau apresiation dari para penggemar,” ujar Tolic seusai pertandingan.
Perasaan haru itu rupanya masih dirasakan Tolic setelah laga selesai. Ia mengakui sambutan Bobotoh membuat dirinya sangat senang sekaligus tersentuh.
“Jadi, saya benar-benar tersentuh bahkan sampai sekarang. Saya sangat senang,” lanjutnya.
Meski baru saja meraih kemenangan pada pertandingan pertamanya bersama Persib, Tolic tidak lantas larut dalam pujian. Justru sebaliknya, ia merasa belum pantas mendapatkan sambutan sebesar itu.
Menurut Tolic, perjalanan sebagai pelatih Persib baru saja dimulai. Satu kemenangan belum cukup menjadi ukuran keberhasilannya sehingga apresiasi dari Bobotoh harus dibalas dengan kerja keras dan pencapaian di pertandingan-pertandingan berikutnya.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para penggemar. Saya pikir saya tidak pantas mendapatkan apa yang mereka lakukan. Saya pikir masih belum,” ungkap Tolic.
Tolic bahkan memiliki standar sendiri mengenai kapan dirinya merasa layak mendapatkan penghormatan seperti yang ditunjukkan Bobotoh. Baginya, gelar juara dan rentetan kemenangan bersama Persib menjadi pembuktian yang sebenarnya.
“Mungkin ketika saya memenangkan sesuatu dan dengan banyak kemenangan yang akan datang, saya akan pantas mendapatkan gambar ini dan kesempatan. Jadi saya harus bekerja keras, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih,” tuturnya.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Tolic tidak ingin terlalu cepat merasa puas. Dukungan besar Bobotoh justru menjadi pengingat bahwa ekspektasi terhadap dirinya cukup tinggi sejak awal masa kepemimpinannya di Persib.
Ia pun memilih mengembalikan sorotan kepada para pemain setelah Persib berhasil menundukkan PSM. Tolic menilai kemenangan tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh pemain yang mampu menerapkan apa yang telah disiapkan tim pelatih.
Menurutnya, staf pelatih hanya bertugas menyiapkan strategi dan mengatur berbagai aspek permainan. Ketika pertandingan berlangsung, para pemainlah yang menjadi penentu utama hasil di lapangan.
“Kami bekerja sangat keras dengan para pemain. Jadi, saya pikir semua yang dilakukan dengan baik di lapangan adalah kredit dari para pemain. Mereka adalah orang yang memiliki kualitas,” kata Tolic.
Ia juga memuji perkembangan para pemain Persib yang terus menunjukkan peningkatan dalam setiap sesi latihan. Kerja keras tersebut kemudian terlihat ketika mereka mampu tampil maksimal dan mencetak gol-gol penting dalam pertandingan.
“Mereka adalah orang yang tumbuh setiap saat, setiap latihan di lapangan dan memberikan yang terbaik. Mereka adalah orang yang mencetak gol yang luar biasa. Kami di staf hanya mencoba mengatur semuanya, jadi masuk akal pemain pergi ke lapangan, melakukan yang terbaik, dan mereka adalah bintang sejati,” tambahnya.
Kemenangan atas PSM sekaligus menjadi awal perjalanan Tolic bersama Persib. Di satu sisi, ia langsung mendapatkan kepercayaan besar dari Bobotoh. Di sisi lain, ia menyadari kepercayaan tersebut harus dijawab melalui kerja keras dan hasil di lapangan.
Bagi Tolic, malam debut di GBLA menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Ia dibuat baper oleh koreografi “In Igor We Trust”, sampai akhirnya menangis karena merasa tersentuh dengan sambutan Bobotoh.
Namun, air mata tersebut bukan menjadi akhir dari cerita. Justru dari momen emosional itu, Tolic membawa satu pesan penting: kepercayaan Bobotoh harus dibayar dengan kerja keras dan prestasi bersama Persib.