JAKARTA – Lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat yang berisiko mempercepat penyebaran berbagai penyakit menular pada anak.
Aktivitas belajar di dalam kelas, kontak dekat dengan teman, serta penggunaan fasilitas bersama dapat meningkatkan peluang penularan virus maupun bakteri.
Karena itu, orang tua perlu mengenali penyakit yang umum menyerang anak saat kembali bersekolah agar dapat melakukan pencegahan dan penanganan sejak dini.
Anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang. Karena itu, mereka lebih mudah tertular penyakit dari teman sebaya yang sedang sakit.
Orang tua perlu mengenali gejala awal berbagai penyakit menular agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan penyebaran ke anak lain dapat dicegah.
Berikut beberapa penyakit yang paling sering menyerang anak saat kembali ke sekolah.
1. Influenza (Flu)
Influenza merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditemukan di lingkungan sekolah.
Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza yang menyebar melalui percikan ludah saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara.
Gejala flu meliputi demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas.
Pada sebagian anak, flu juga dapat disertai penurunan nafsu makan.
Anak yang mengalami flu sebaiknya beristirahat di rumah hingga kondisi membaik.
Selain membantu proses pemulihan, langkah ini juga dapat mengurangi risiko penularan kepada teman-temannya.
2. Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (HFMD/Flu Singapura)
Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) merupakan penyakit yang cukup sering menyerang anak usia sekolah maupun prasekolah.
Penyakit ini disebabkan oleh virus dari kelompok enterovirus dan sangat mudah menular melalui air liur, lendir, cairan lepuh, maupun benda yang terkontaminasi virus.
Gejalanya biasanya diawali dengan demam, sakit tenggorokan, dan nafsu makan menurun.
Setelah itu muncul sariawan di dalam mulut yang disertai ruam atau lepuhan kecil pada telapak tangan, telapak kaki, bahkan bokong.
Meski sebagian besar kasus dapat sembuh sendiri dalam waktu sekitar satu minggu, anak tetap perlu mendapatkan cukup cairan dan istirahat.
Bila muncul tanda dehidrasi atau demam tinggi berkepanjangan, segera periksakan ke dokter.
3. Cacar Air
Cacar air masih menjadi penyakit yang kerap ditemukan pada anak-anak, terutama yang belum pernah terinfeksi atau belum mendapatkan vaksinasi.
Penyakit ini disebabkan oleh virus Varicella zoster yang sangat mudah menular melalui udara maupun kontak langsung dengan cairan lepuh pada kulit penderita.
Gejala awal biasanya berupa demam ringan, tubuh lemas, dan pilek. Selanjutnya muncul ruam merah yang berkembang menjadi lepuhan berisi cairan dan terasa sangat gatal.
Anak yang terkena cacar air sebaiknya tidak masuk sekolah hingga seluruh lepuhan mengering. Langkah ini penting untuk mencegah penularan kepada siswa lain.
4. Radang Tenggorokan
Radang tenggorokan dapat disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri. Penyakit ini mudah menyebar melalui percikan batuk, bersin, atau penggunaan alat makan secara bergantian.
Gejala yang umum muncul antara lain nyeri saat menelan, tenggorokan kemerahan, demam, suara serak, dan pembengkakan kelenjar di leher.
Jika penyebabnya adalah bakteri, dokter dapat memberikan antibiotik sesuai indikasi. Oleh karena itu, pemeriksaan medis diperlukan apabila keluhan tidak kunjung membaik atau disertai demam tinggi.
5. Konjungtivitis (Mata Merah)
Konjungtivitis merupakan peradangan pada selaput bening yang melapisi bagian putih mata.
Penyakit ini bisa disebabkan oleh virus, bakteri, maupun alergi. Pada kasus akibat infeksi virus atau bakteri, penularannya cukup mudah terjadi di lingkungan sekolah.
Gejala yang sering muncul meliputi mata merah, berair, terasa gatal, mengeluarkan kotoran mata, dan kelopak mata lengket saat bangun tidur.
Anak sebaiknya tidak berbagi handuk, sapu tangan, atau alat pribadi lainnya. Orang tua juga perlu mengingatkan anak agar tidak sering menyentuh mata dengan tangan yang belum dicuci.
Cara Mencegah Penyakit Menular di Sekolah
Pencegahan merupakan langkah terbaik untuk melindungi anak dari berbagai penyakit infeksi.
Kebiasaan hidup bersih dan sehat dapat mengurangi risiko penularan secara signifikan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Mengajarkan anak mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum makan serta setelah dari toilet.
- Membiasakan menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin menggunakan tisu atau siku bagian dalam.
- Membekali anak dengan botol minum, alat makan, dan perlengkapan pribadi sendiri.
- Memastikan anak memperoleh asupan gizi seimbang, tidur yang cukup, dan rutin berolahraga untuk menjaga daya tahan tubuh.
- Melengkapi imunisasi sesuai jadwal yang dianjurkan.
- Tidak memaksakan anak berangkat ke sekolah ketika sedang demam atau menunjukkan gejala penyakit menular agar proses pemulihan optimal dan penularan dapat dicegah.
Kembalinya anak ke sekolah memang meningkatkan peluang mereka untuk belajar dan bersosialisasi.
Namun, lingkungan dengan interaksi yang tinggi juga membuat berbagai penyakit menular lebih mudah menyebar.
Dengan mengenali gejala sejak dini, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta memastikan imunisasi anak lengkap, orang tua dapat membantu mengurangi risiko penularan penyakit di sekolah.
Apabila gejala yang dialami anak semakin berat, tidak membaik dalam beberapa hari, atau disertai sesak napas, dehidrasi, maupun demam tinggi, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat. (FB)