JAKARTA – Insiden dugaan anggota polisi menampar seorang siswa di Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, menjadi sorotan publik setelah videonya ramai beredar di media sosial.
Dalam rekaman yang viral, seorang pria berseragam polisi tampak menampar siswa yang mengenakan pakaian olahraga saat berada di atas sepeda motor di kawasan Desa Nggembe.
“Itu kejadiannya di Desa Nggembe tadi,” kata Kepala Desa Nggembe, Yusuf Aziz, seperti dilansir Detikbali, Rabu (22/7/2026).
Video tersebut memicu reaksi keras masyarakat setempat yang kemudian menggelar aksi blokade jalan sebagai bentuk protes atas dugaan tindakan kekerasan terhadap pelajar tersebut.
Warga meminta aparat penegak hukum segera memproses anggota polisi yang diduga melakukan penamparan terhadap siswa sekolah menengah pertama (SMP) tersebut secara transparan.
Kapolsek Bolo, Iptu M Sofyan Hidayat, membenarkan adanya insiden yang melibatkan salah satu personel kepolisian di wilayah hukumnya.
“Iya betul,” ujarnya singkat.
Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami kronologi lengkap serta penyebab yang melatarbelakangi dugaan tindakan tersebut.
Menurut Sofyan, penanganan perkara kini sepenuhnya berada di bawah kewenangan Polres Bima agar proses pemeriksaan dapat dilakukan secara menyeluruh.
Ia menjelaskan Kapolres Bima, AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, telah mengambil langkah cepat dengan mengamankan anggota polisi berinisial RS yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Rasabou.
“Sudah diproses langsung sama Kapolres. Oknum RS, Bhabinkamtibmas Rasabou barusan dibawa ke Polres Bima,” imbuhnya.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap oknum anggota tersebut, sementara masyarakat menantikan hasil penyelidikan dan proses hukum yang berlangsung sesuai ketentuan.***