Upaya penanganan kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, terus diintensifkan. Memasuki hari keempat penanganan pada Kamis (10/9/2026), sebanyak 600 personel gabungan diterjunkan ke lokasi untuk menaklukkan titik api yang masih bertahan di dalam tumpukan sampah.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengonfirmasi bahwa pengerahan pasukan berskala besar ini merupakan bentuk kolaborasi konkret antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, mengingat TPA Galuga menampung beban pengelolaan sampah dari kedua wilayah tersebut.
“Sekitar 600 personel Kabupaten Bogor, termasuk jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), BPBD, serta unsur pendukung lainnya dikerahkan penuh untuk menangani titik api, khususnya pada area pengelolaan sampah yang melayani Kota Bogor,” ujar Rudy Susmanto, Kamis (10/9/2026).
Trikisnya Karakter Kebakaran Sampah: Fokus Sisir Bara Tersembunyi
Rudy membeberkan bahwa tantangan terbesar pemadaman TPA sampah terletak pada karakteristik bara api yang sering kali mengendap di lapisan dalam (sub-surface fire). Meski permukaan luar tampak padam, potensi kobaran api susulan dapat kembali terpicu sewaktu-waktu akibat akumulasi gas metana dan tumpukan material kering.
Oleh karena itu, strategi utama petugas di lapangan saat ini berfokus pada percepatan proses pendinginan (cooling process) serta penyiraman intensif hingga ke ceruk tersembunyi.
“Penanganan TPA membutuhkan kehati-hatian tinggi. Api bisa bertahan dalam bentuk bara di bagian dalam tumpukan. Saya minta seluruh personel tidak hanya memantau permukaan, tetapi harus memastikan seluruh titik panas terdeteksi dan dijinakkan secara aman,” tegas Rudy.
Berawal dari Kebakaran Lahan Warga
Peristiwa ini bermula pada Senin (7/9/2026) sore ketika kebakaran lahan vegetasi milik warga di sekitar lokasi membesar dan merambat hingga membakar gunungan sampah TPA Galuga pada malam harinya. Hingga Kamis sore, armada pemadam dan alat berat masih terus berjibaku melumpuhkan titik api yang terkonsentrasi di sisi utara kawasan TPA.
Pemerintah Daerah mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap mengantisipasi dampak paparan asap, sembari memprioritaskan keselamatan seluruh petugas yang bertaruh nyawa di area tempat pembuangan akhir tersebut.
“Mudah-mudahan seluruh titik api segera tertangani secara total agar aktivitas pengelolaan sampah kembali normal. Yang terpenting saat ini adalah menjaga kelestarian lingkungan serta keselamatan tim yang bekerja keras di lapangan,” pungkasnya.