Duka mendalam menyelimuti Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) dari jajaran Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan gugur usai diberondong tembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kawasan Muliama pada Rabu (9/9/2026) sore sekitar pukul 15.53 WIT.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, membenarkan insiden berdarah tersebut. Ketiga korban yang meninggal dunia adalah Aprida Rapi (Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya), drh. Alfonsius Albinus Mehan (Dokter Hewan Dinas Kesehatan Jayawijaya), dan Willi Mbuik (Calon PNS berusia 24 tahun).
Identitas ketiga abdi negara tersebut juga telah dikonfirmasi dan diverifikasi secara resmi oleh Kementerian Pertanian RI serta Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Disergap Saat Perjalanan Meninjau Program Cetak Sawah
Kombes Yusuf Sutejo menjelaskan, peristiwa memprihatinkan ini bermula ketika rombongan pegawai Dinas Pertanian yang berjumlah 11 orang tengah bertolak dari Wamena menuju Muliama. Rombongan tersebut dijadwalkan turun ke lapangan guna meninjau lokasi pelaksanaan program strategis cetak sawah.
Namun di tengah perjalanan, kendaraan rombongan mendadak dihadang dan ditembaki secara brutal oleh kelompok bersenjata.
“Dua korban, yakni Aprida Rapi (luka tembak di perut) dan drh. Alfonsius (luka tembak di kepala belakang dan tangan kiri), meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara korban Willi Mbuik yang menderita luka tembak di pinggang kanan sempat dilarikan ke RSUD Wamena sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia saat penanganan medis,” ungkap Yusuf, Kamis (10/9/2026).
Diduga Dilakukan KKB Kelompok Nduga, 8 Saksi Diamankan
Pasca-penembakan, tim gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya langsung diterjunkan ke lokasi kejadian di sekitar area Puskesmas Muliama untuk melakukan sterilisasi, olah TKP, serta penyisiran jalur pelarian pelaku.
Dalam pengerahan awal tersebut, petugas keamanan berhasil mengamankan dan mengevakuasi delapan orang saksi yang berada di dalam rombongan selamat guna dimintai keterangan intensif.
“Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aksi penembakan brutal ini diduga kuat dilakukan oleh jaringan KKB dari wilayah Nduga. Tim gabungan saat ini terus melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan pengejaran untuk memastikan identitas serta menindak tegas para pelaku,” pungkas Kombes Yusuf.