ANKARA, TURKI – Kontroversi politik mengguncang Turki setelah Gubernur Ardahan, Mehmet Fatih Cicekli, diberhentikan dari jabatannya menyusul viralnya foto dirinya mengenakan pakaian khusus pesepeda saat menghadiri kegiatan olahraga.
Keputusan pencopotan itu diumumkan melalui dekret presiden yang ditandatangani Presiden Recep Tayyip Erdogan pada 17 Juli 2026 tanpa disertai penjelasan resmi mengenai alasan pemberhentiannya.
Namun, keputusan tersebut muncul setelah sejumlah politisi mengkritik penampilan Cicekli yang mengenakan celana ketat khusus bersepeda dalam acara publik dan mengunggah dokumentasinya ke media sosial.
Mengutip laporan Associated Press, Kritik paling keras datang dari anggota Partai Rakyat Republik (CHP), Inan Akgun Alp, yang menilai sang gubernur lebih sibuk membangun citra di media sosial dibanding menjalankan tugas pemerintahan.
“Dia berkeliling mengenakan celana ketat, menghabiskan sepanjang hari bersepeda, dengan pengawal di depannya, lalu terus bersepeda hingga malam hari.”
“Seorang gubernur tidak seharusnya berkeliaran di pusat kota seperti itu,” kata Inan Akgun Alp dalam sidang parlemen.
Mantan anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), Samil Tayyar, juga menilai pakaian tersebut bertentangan dengan norma budaya di Ardahan yang dikenal konservatif.
Menurut Tayyar, pejabat negara harus menjaga wibawa institusi saat menjalankan tugas resmi meskipun masyarakat bebas memilih pakaian dalam kehidupan pribadi.
“Orang bebas mengenakan pakaian apa pun dalam kehidupan pribadi mereka, tetapi seorang gubernur tidak boleh menemui publik dengan celana ketat saat bertugas karena tidak mencerminkan kewibawaan negara.”
“Dalam lingkungan masyarakat tradisional seperti Ardahan, hal itu sama sekali tidak dapat diterima,” tulis Tayyar.
Cicekli yang baru menjabat sebagai Gubernur Ardahan sejak Januari 2026 membela diri dengan menegaskan bahwa pakaian yang dikenakannya merupakan perlengkapan standar olahraga balap sepeda.
“Kami akan terus mengayuh sepeda. Saya seorang atlet yang menekuni olahraga layar, dayung, dan balap sepeda. Pakaian yang saya kenakan adalah pakaian olahraga,” ujar Cicekli.
Alih-alih mendapat kecaman luas, pencopotan Cicekli justru memicu gelombang dukungan dari masyarakat.
Petisi daring yang mendesak pemerintah mengembalikannya ke jabatan gubernur telah mengumpulkan lebih dari 10.000 tanda tangan.
Pendukungnya menilai Cicekli berhasil mempromosikan olahraga, aktivitas kepemudaan, serta pariwisata sepeda yang dinilai mampu meningkatkan daya tarik Ardahan.
Saat berpamitan kepada warga Ardahan, Cicekli menyampaikan pesan emosional kepada masyarakat yang selama ini memberikan dukungan kepadanya.
“Saya percaya tidak mengecewakan mereka yang telah mempercayai dan mendukung saya sepanjang perjalanan ini. Saya yakin itulah kehormatan terbesar yang bisa saya miliki,” ucapnya.
Ketika meninggalkan Ardahan yang berbatasan dengan Armenia dan Georgia, iring-iringan pesepeda mengawal kendaraan Cicekli sebagai bentuk penghormatan dan dukungan.
Dukungan juga datang dari anggota Parlemen Eropa asal Spanyol, Nacho Sánchez Amor, yang menyatakan simpati kepada Cicekli dan menilai kritik terhadap gubernur tersebut mencerminkan dorongan agenda konservatif Islam yang berkembang di Turki.***