BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan ternyata menyimpan keresahan yang sama seperti banyak warganya. Ia mengaku masih dihantui rasa takut saat melintasi sejumlah ruas jalan di Kota Bandung pada malam hingga dini hari karena rawan aksi pembegalan.
Pengakuan itu disampaikan Farhan saat menyinggung kondisi keamanan di Kota Bandung. Menurutnya, Jalan Soekarno-Hatta, terutama kawasan flyover, serta wilayah Kiaracondong masih menjadi titik yang membuatnya tidak tenang ketika harus melintas pada malam hari.
Pengalaman itu, kata Farhan, bukan sekadar berdasarkan cerita masyarakat atau laporan aparat. Ia pernah berada langsung di lapangan ketika polisi menangkap komplotan begal di kawasan Kiaracondong saat patroli dini hari.
“Saya juga setiap malam sangat khawatir terutama di Jalan Soekarno-Hatta, termasuk kawasan flyover dan sekitarnya. Itu salah satu titik yang rawan. Demikian juga kawasan Kiaracondong. Bahkan saya sendiri pernah ikut mengamankan kelompok pelaku begal di wilayah tersebut,” ujar Farhan usai memimpin Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (20/7/2026).
Peristiwa itu terjadi ketika ia mengikuti patroli sekitar pukul 02.00 WIB bersama aparat kepolisian. Sejak saat itu, Farhan mengaku memahami betul bagaimana kondisi keamanan di sejumlah kawasan yang selama ini dikenal rawan kejahatan jalanan.
Pengakuan tersebut sekaligus menjawab mengapa persoalan penerangan jalan kini menjadi salah satu agenda yang diprioritaskan Pemkot Bandung.
Bagi Farhan, jalan yang gelap bukan hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku kejahatan untuk beraksi. Karena itu, ia meminta perbaikan penerangan jalan tidak lagi dipandang sebagai proyek infrastruktur biasa, melainkan bagian dari upaya menjaga keamanan kota.
“Pemerintah Kota Bandung menjadikan perbaikan PJU sebagai salah satu prioritas untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat,” katanya.
Saat ini, Pemkot Bandung sedang menyusun ulang anggaran agar program pemasangan dan perbaikan lampu penerangan jalan bisa segera dijalankan.
Farhan mengakui proses tersebut masih dalam tahap finalisasi sehingga ia belum ingin mengumumkan program secara rinci sebelum seluruh mekanisme pengadaan siap dilaksanakan.
“Kalau soal jalan yang gelap, saya akui kita memang sedang mengolah anggaran sedemikian rupa agar bisa segera terang benderang kembali. Karena itu saya belum berani mengumumkan program khusus sampai pengadaannya benar-benar siap berjalan,” ucapnya.
Rencana pemasangan PJU akan dilakukan secara bertahap mulai triwulan ketiga hingga triwulan keempat 2026. Salah satu sasaran utamanya adalah Jalan Soekarno-Hatta yang ditargetkan memiliki penerangan lebih baik sebelum akhir tahun.
Namun, Farhan mengingatkan bahwa tidak semua ruas jalan berada di bawah kewenangan Pemkot Bandung. Sejumlah jalur strategis seperti Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Supratman hingga koridor Pasteur-Gedung Sate merupakan kewenangan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Karena itu, percepatan proyek penerangan jalan dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat agar pengerjaannya bisa berjalan lebih cepat.
Menurut Farhan, semakin banyak ruas jalan yang terang, semakin sempit pula ruang gerak pelaku kejahatan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung patroli kepolisian sekaligus mengembalikan rasa aman masyarakat yang selama ini masih dihantui aksi begal ketika beraktivitas pada malam hari.
Alih-alih hanya mengandalkan penindakan, Pemkot Bandung memilih membangun sistem pencegahan. Bagi Farhan, kota yang terang bukan sekadar soal estetika, tetapi menjadi salah satu cara paling nyata untuk membuat warga pulang ke rumah tanpa rasa takut.