JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali bergerak positif pada perdagangan Rabu (9/9/2026).
Pada perdagangan Selasa (8/9/2026), IHSG menguat 1,01 persen dan mengakhiri sesi di level 6.686.
Kinerja tersebut membuka peluang indeks melanjutkan kenaikan menuju area 6.700 hingga 6.750 pada perdagangan hari ini.
Tim Analis Phintraco Sekuritas mengingatkan investor tetap berhati-hati karena penguatan indeks berpotensi diikuti aksi ambil untung.
“Hari ini IHSG akan menguji level 6.700-6.750. Namun waspadai aksi profit taking (ambil untung) yang dapat menyebabkan IHSG balik arah,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Rabu (9/9/2026).
Sentimen Positif Menopang IHSG
Penguatan IHSG sebelumnya ditopang kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar yang membantu menjaga indeks tetap berada di zona positif.
Kembali beroperasinya Bandara Soekarno-Hatta juga dinilai memberikan sentimen positif terhadap aktivitas ekonomi dan pasar saham domestik.
Kondisi pasar turut mendapat dukungan dari peningkatan cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2026.
Investor selanjutnya akan mencermati data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dijadwalkan dirilis Bank Indonesia.
“Sekarang, investor akan mencermati data indeks keyakinan konsumen (IKK) yang akan dirilis Bank Indonesia. IKK diperkirakan sedikit naik di level 117 pada Agustus 2026 dari 116,8 di bulan Juli,” kata Tim Phintraco.
Harga Minyak Jadi Perhatian
Selain sentimen domestik, arah IHSG juga masih berpotensi dipengaruhi perkembangan konflik di kawasan Teluk Persia.
Ketegangan tersebut mendorong harga minyak dunia meningkat dan menjadi faktor risiko bagi perekonomian Indonesia.
Harga minyak Brent yang mendekati USD100 per barel berpotensi meningkatkan tekanan terhadap defisit APBN 2026.
Dalam asumsi APBN 2026, pemerintah menggunakan patokan harga minyak sebesar USD70 per barel.
“Jika harga minyak bertahan di level tinggi dalam waktu lama, juga akan berpotensi mendorong tekanan inflasi di domestik,” ucap Tim Phintraco.
Sektor yang Perlu Dicermati
Kenaikan harga minyak berpotensi memberikan tekanan lebih besar kepada sektor yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap biaya energi.
Transportasi, logistik, manufaktur, dan barang konsumsi termasuk sektor yang diperkirakan menghadapi dampak negatif dari lonjakan harga minyak.
Sebaliknya, sektor energi diproyeksikan memperoleh sentimen positif ketika harga minyak berada pada level tinggi.
Sektor migas dan perusahaan pendukungnya serta komoditas yang berkaitan dengan energi berpeluang menjadi perhatian investor.
Dengan berbagai sentimen tersebut, pergerakan IHSG hari ini akan bergantung pada keseimbangan antara optimisme pasar dan potensi aksi profit taking.
Investor perlu mencermati perkembangan harga minyak, data ekonomi domestik, serta pergerakan saham berkapitalisasi besar sebelum mengambil keputusan.***