JAKARTA – Isu mengenai Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo kembali menjadi perhatian publik setelah video kunjungan kerjanya ramai diperbincangkan di media sosial.
Video tersebut memunculkan dua tudingan sekaligus, yakni dugaan enggan bersalaman dengan bawahan serta penggunaan jet pribadi saat menjalankan tugas ke Indonesia Timur.
Menanggapi polemik itu, Dody memastikan kabar dirinya memilih-milih orang untuk diajak bersalaman tidak sesuai dengan kenyataan.
Ia menegaskan tidak pernah membedakan siapa pun, termasuk para pegawai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum.
“Enggak pernah saya pilih-pilih salaman, apalagi sama pegawai sendiri, enggak mungkinlah,” kata Dody saat diwawancarai di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (22/7/2026).
Meski demikian, Dody tidak menjelaskan secara rinci momen dalam video yang memperlihatkan dirinya diduga mengabaikan ajakan bersalaman dari seseorang.
Sorotan publik juga tertuju pada penggunaan pesawat jet saat kunjungan kerja yang disebut-sebut sebagai private jet.
Dody menjelaskan pesawat tersebut bukan milik pribadi, melainkan merupakan aset operasional Kementerian Perhubungan.
Menurutnya, perjalanan dilakukan menuju wilayah yang belum memiliki layanan penerbangan komersial sehingga membutuhkan moda transportasi khusus.
“Kalau private jet itu karena satu, biasanya itu memang bandaranya bukan bandara komersial, enggak ada penerbangan komersial ke situ.”
“Yang kedua, itu kan private jet-nya Kementerian Perhubungan.”
“Jadi kantong kanan ke kantong kiri gitu loh, private jet-nya Kementerian Perhubungan,” tegas dia.
Ia menambahkan penggunaan pesawat tersebut tetap berada dalam mekanisme antarkementerian sehingga tidak melibatkan penyewaan dari pihak swasta.
Dody mengatakan anggaran yang digunakan tetap berasal dari APBN dan hanya berpindah antarinstansi pemerintah.
“APBN PU pindah ke APBN-nya Kementerian Perhubungan,” pungkasnya.
Sebelumnya, video kunjungan kerja Dody ke Indonesia Timur menjadi viral dan memicu berbagai spekulasi mengenai sikapnya terhadap bawahan serta fasilitas transportasi yang digunakan.***