NEW YORK — Aryna Sabalenka harus melewati pertarungan luar biasa sengit melawan juara Wimbledon Linda Noskova sebelum memastikan tiket semifinal US Open 2026.
Unggulan pertama asal Belarus itu menang 7-6(1), 3-6, 7-6(10-7) dalam duel perempat final yang berlangsung ketat di Arthur Ashe Stadium.
Kemenangan tersebut memperpanjang dominasi Sabalenka di Flushing Meadows sekaligus membawanya ke semifinal US Open untuk keenam kalinya secara beruntun.
Sabalenka sempat membuang keunggulan 5-2 pada set pertama sebelum akhirnya merebut tie-break dengan skor telak 7-1.
Noskova kemudian bangkit pada set kedua dan memaksa Sabalenka kehilangan kendali melalui permainan agresif dari baseline.
Situasi semakin menegangkan ketika Noskova unggul 4-2 pada set penentuan dan membuat Sabalenka berada dalam tekanan besar.
Sabalenka kembali menemukan ketenangannya pada momen kritis hingga pertandingan harus ditentukan melalui tie-break penentuan.
Kesalahan ganda Noskova menjadi salah satu titik balik penting sebelum Sabalenka menutup laga dengan servis kedua berupa ace berkecepatan sekitar 107 mph.
Sabalenka mencatat total 12 ace, sedangkan Noskova tampil agresif dengan menghasilkan 18 ace sepanjang pertandingan.
Usai pertandingan, Sabalenka mengakui dirinya harus mengerahkan seluruh kemampuan untuk melewati perlawanan petenis muda asal Republik Ceko tersebut.
“Ya Tuhan, sungguh sebuah pertarungan, dia adalah pemain yang luar biasa,” kata Sabalenka setelah pertandingan.
“Saya sampai tidak bisa berkata-kata karena benar-benar mendorong diri sendiri hingga batas maksimal, terutama pada set ketiga.”
“Saya benar-benar sempat berpikir pertandingan sudah berakhir, tetapi saya sangat bahagia akhirnya bisa mendapatkan kemenangan ini.”
Sabalenka juga menilai kemenangan tersebut memberikan tambahan energi dan keyakinan penting menjelang fase akhir turnamen.
“Saya sangat senang bisa melakukan ace itu karena menunjukkan bahwa saya masih siap berjuang sampai akhir,” ujarnya.
Bagi Noskova, kekalahan tersebut menjadi akhir dari perjalanan mengesankan setelah sebelumnya menciptakan sejarah dengan menjuarai Wimbledon 2026.
Petenis berusia 21 tahun itu bahkan mampu menghasilkan 46 winner, lebih banyak daripada Sabalenka yang mencatat 42 winner dalam duel berkualitas tinggi tersebut.
Meski gagal melangkah lebih jauh, Noskova kini semakin diperhitungkan setelah menembus perempat final US Open untuk pertama kalinya.
“Saya sudah menemukan kembali permainan saya,” ujar Noskova mengenai performanya setelah sempat kehilangan momentum pasca-Wimbledon.
“Turnamen ini merupakan Grand Slam baru, sehingga saya berusaha meningkatkan permainan sejak awal dan perlahan menemukan ritme.”
“Kekalahan seperti ini juga bisa menjadi motivasi karena meskipun menyakitkan, saya harus mengambil sisi positif darinya.”
Sementara itu, Sabalenka masih menjaga peluang mencatat sejarah dengan meraih tiga gelar US Open secara berturut-turut.
Jika berhasil menjadi juara lagi, Sabalenka akan menyamai pencapaian Chris Evert dan Serena Williams sebagai petenis putri yang mampu melakukan hat-trick gelar di New York.
Perjalanan menuju rekor tersebut kini berlanjut menghadapi Jessica Pegula yang memastikan tempat di semifinal setelah mengalahkan Emma Navarro 3-6, 6-4, 6-3.
Pegula bangkit setelah kehilangan set pertama dan akhirnya mengamankan kemenangan sekaligus mencatat kemenangan ke-50 pada musim 2026.
Pertemuan Sabalenka dan Pegula juga menjadi ulangan final US Open 2024 yang dimenangkan Sabalenka.
Duel semifinal tersebut menjanjikan pertarungan menarik karena Pegula kini datang dengan modal lima kemenangan beruntun atas Navarro.
Sabalenka juga menghadapi tekanan tambahan terkait posisi nomor satu dunia yang telah ditempatinya selama 99 pekan.
Elena Rybakina masih berpeluang merebut posisi teratas apabila mampu mengalahkan Zheng Qinwen pada perempat finalnya.
Namun, Sabalenka menegaskan bahwa peluang mempertahankan mahkota US Open menjadi prioritas utama di tengah persaingan peringkat dunia.
“Ya, saya akan sangat bahagia jika bisa melakukannya, dan gelar tiga kali berturut-turut terdengar luar biasa,” kata Sabalenka.
Dengan kemenangan atas Noskova, Sabalenka menunjukkan bahwa daya juang menjadi senjata penting dalam upayanya mempertahankan gelar US Open.
Kini perhatian beralih kepada semifinal melawan Pegula yang akan menentukan siapa berhak melangkah ke partai puncak US Open 2026.***