JAKARTA – Real Madrid mengawali kiprahnya di Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan 2-1 atas Inter Milan di Santiago Bernabéu, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB.
Namun, kemenangan tersebut belum sepenuhnya memuaskan José Mourinho karena permainan Real Madrid dinilainya terlalu terbuka dan kehilangan kendali.
Mourinho bahkan menyebut duel melawan Inter sebagai pertandingan yang kacau karena kedua tim sama-sama memperoleh banyak peluang emas.
Menurut Mourinho, Real Madrid sebenarnya mampu menang dengan skor jauh lebih besar jika mampu memaksimalkan peluang yang tercipta sepanjang pertandingan.
“Pertandingan ini bisa saja berakhir 5-1 atau 6-1 untuk kami, tetapi juga bisa menjadi 6-6,” kata Mourinho setelah pertandingan seperti dilansir The Real Champs, Rabu.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa dirinya lebih menyukai kemenangan besar yang lahir dari permainan terkontrol dibandingkan pertandingan terbuka seperti menghadapi Inter.
“Saya lebih suka mencetak lima, enam, atau tujuh gol dengan kendali penuh dan tidak membutuhkan penampilan luar biasa dari seorang penjaga gawang,” ujarnya.
Kekhawatiran Mourinho beralasan karena Inter mampu menciptakan tekanan besar dan berkali-kali memaksa Thibaut Courtois melakukan penyelamatan penting.
Courtois bahkan menjadi salah satu pemain paling menentukan karena penampilannya membuat Real Madrid tetap unggul hingga pertandingan berakhir.
Mourinho pun secara terang-terangan menilai Courtois lebih layak mendapatkan penghargaan pemain terbaik dibanding Federico Valverde yang akhirnya dinobatkan sebagai MVP.
“Jika Courtois tidak mendapatkan penghargaan pemain terbaik hari ini, mereka tidak akan pernah memberikannya,” kata Mourinho sambil bercanda.
Real Madrid sendiri mencetak dua gol melalui Kylian Mbappé dan Federico Valverde sebelum Carlos Augusto memperkecil ketertinggalan Inter pada babak kedua.
Masalah utama Madrid bukan terletak pada kemampuan menciptakan peluang, melainkan kegagalan mengubah dominasi momen menjadi kontrol permainan secara konsisten.
Setelah unggul 2-0, Madrid sebenarnya memiliki sejumlah kesempatan untuk mengunci pertandingan, tetapi penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat Inter tetap memiliki peluang untuk bangkit.
Situasi tersebut membuat Mourinho menilai Madrid masih membutuhkan penguasaan lini tengah yang lebih baik agar tempo pertandingan tidak terus berubah menjadi permainan terbuka.
Pelatih berusia 63 tahun itu juga mengakui bahwa absennya sejumlah pemain membuat opsi untuk meningkatkan intensitas di sektor tengah menjadi terbatas.
Di sisi lain, Inter menunjukkan kualitas sebagai lawan dengan terus memberikan ancaman hingga menit-menit akhir pertandingan.
Data pertandingan memperlihatkan Inter mampu menguasai 70 persen bola pada babak pertama dan melepaskan 12 tembakan, sehingga kemenangan Madrid tidak datang dengan cara mudah.
Karena itu, Mourinho menilai hasil 2-1 tidak sepenuhnya menggambarkan betapa terbukanya pertandingan yang berlangsung di Bernabéu.
Jika peluang kedua tim lebih banyak berbuah gol, skor pertandingan bahkan bisa berubah menjadi salah satu duel paling dramatis pada awal Liga Champions musim ini.
Meski mengkritik kurangnya kontrol, Mourinho tetap memberikan apresiasi terhadap kerja keras anak asuhnya yang mampu mengamankan tiga poin penting.
Kemenangan tersebut menjadi modal berharga Madrid dalam perjalanan menuju fase berikutnya Liga Champions 2026/2027.
Mourinho kini memiliki pekerjaan penting untuk memperbaiki keseimbangan tim agar Madrid tidak terlalu bergantung pada penyelamatan Courtois ketika menghadapi lawan dengan kualitas serangan tinggi.
Jika persoalan kontrol permainan tidak segera dibenahi, Madrid berpotensi menghadapi risiko lebih besar ketika berjumpa tim yang lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.***