Jepang baru saja memberikan identitas bagi “musuh” barunya: Kokushobi. Istilah yang jika diterjemahkan berarti “Hari Panas yang Kejam” atau “Panas Brutal” ini resmi diperkenalkan oleh Badan Meteorologi Jepang (JMA) pada Jumat lalu.
Penamaan ini bukan tanpa alasan. Kata Koku yang berarti kejam atau keras dipilih langsung oleh hampir setengah juta responden melalui jajak pendapat nasional, mengalahkan opsi lain seperti “Super Extremely Hot Day”.
Rekor yang Membakar Nyali
Lahirnya istilah Kokushobi adalah respons langsung terhadap horor musim panas 2025 yang tercatat sebagai periode terpanas sejak pencatatan dimulai pada 1898. Bayangkan saja, suhu rata-rata nasional melonjak 2,36 derajat Celsius di atas normal.
Beberapa fakta mengejutkan dari “Panas Kejam” ini antara lain:
-
Kota Isesaki mencatat rekor suhu tertinggi nasional yang mencengangkan: 41,8 derajat Celsius.
-
Tokyo mengalami 25 hari dengan suhu di atas 35°C, melonjak tajam dari rata-rata tahunan yang biasanya hanya 4,5 hari.
-
Kyoto “terbakar” selama 52 hari dalam suhu ekstrem, jauh melampaui rata-rata normalnya yang hanya 18,5 hari.
Perubahan Iklim yang Nyata
Melansir dari BBC dan Japan Times, Sabtu (18/4/2026), fenomena Kokushobi ini merupakan bukti nyata dari intensitas gelombang panas dunia yang diperburuk oleh aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil.
Sebelumnya, Jepang sudah memiliki klasifikasi suhu khusus, namun angka 40°C yang dulu dianggap mustahil kini terjadi selama sembilan hari sepanjang Juni hingga Agustus tahun lalu. Hal ini memaksa otoritas setempat memperbarui kosa kata keselamatan publik mereka.
Jangan buru-buru menyimpan kipas angin Anda. JMA memperkirakan peluang besar suhu di atas normal akan kembali menghantam Jepang pada periode Juni hingga Agustus tahun ini. Istilah Kokushobi diprediksi akan semakin sering terdengar di pengumuman publik, menjadi pengingat bagi warga untuk bersiap menghadapi “kejamnya” cuaca yang tak lagi bersahabat.