JAKARTA – McLaren dijatuhi denda €30.000 setelah insiden bendera merah pada sesi latihan kedua Grand Prix Monaco. Mobil Lando Norris terhenti di Nouvelle Chicane, tapi para marshal kesulitan memindahkan MCL40 karena tombol pelepasan kopling (Clutch Disengagement System/CDS) tertutup selotip.
Biasanya insiden serupa dapat ditangani dengan mobil keselamatan virtual, tetapi keterlambatan aktivasi CDS membuat sesi latihan terpaksa dihentikan. Norris bersama perwakilan tim dipanggil steward dua jam setelah FP2 berakhir. “Tim tersebut mengakui bahwa untuk tujuan aerodinamis, mereka telah menempelkan selotip transparan di atas tombol yang harus ditekan untuk mengaktifkan CDS,” bunyi putusan steward, dilansir Motorsport, Sabtu (6/6/2026).
FIA menilai tindakan itu menggagalkan fungsi CDS yang dirancang agar marshal dapat segera mengaktifkannya dengan sarung tangan pelindung. Akibatnya, €20.000 dari denda harus langsung dibayar, sementara €10.000 ditangguhkan selama 12 bulan dengan syarat tidak ada pelanggaran lanjutan.
Kasus ini serupa dengan insiden Racing Bulls di Kanada, ketika mobil Liam Lawson berhenti dan sistem pelepasan kopling gagal berfungsi. Namun, FIA menegaskan hukuman untuk McLaren lebih berat sebagai peringatan keras bagi seluruh tim agar tidak mengabaikan fitur keselamatan.
Pasal C9.3 regulasi F1 mewajibkan setiap mobil memiliki sistem pelepasan kopling yang dapat diaktifkan dalam waktu lima detik, bahkan jika sistem utama mobil gagal. Dengan menutupi tombol CDS, McLaren dianggap melanggar aturan fundamental tersebut.