JAKARTA – Final tunggal putri Washington Open 2026 antara Jessica Pegula dan Alex Eala belum menghasilkan juara setelah pertandingan dihentikan akibat cuaca ekstrem di Washington DC.
Laga puncak yang berlangsung di William H.G. FitzGerald Tennis Center semula dijadwalkan dimulai pukul 12.00 waktu setempat pada Minggu.
Namun, panitia mengumumkan beberapa jam sebelum pertandingan bahwa duel tidak dapat dimulai sesuai jadwal karena hujan lebat dan sambaran petir.
Penyelenggara meminta seluruh penonton serta pihak yang berada di area stadion segera mencari tempat berlindung demi alasan keselamatan.
Mengutip laporan Tennis365, Senin, setelah cuaca membaik, kedua petenis akhirnya memasuki lapangan meski pertandingan mengalami keterlambatan cukup panjang.
Jessica Pegula yang berstatus unggulan pertama sekaligus peringkat ketiga dunia berhasil menguasai set pembuka.
Petenis Amerika Serikat itu menang 6-4 setelah memanfaatkan break penting pada gim kesembilan sebelum menutup set pertama tanpa kehilangan poin saat servis.
Pertandingan berlanjut ke set kedua hingga kedudukan 6-4, 1-2 sebelum hujan kembali turun dan memaksa wasit menghentikan laga.
Awalnya pertandingan dijadwalkan dilanjutkan pada sore hari, tetapi kondisi cuaca kembali memburuk.
Panitia kemudian memastikan seluruh pertandingan malam dibatalkan.
Final tunggal putri kini dijadwalkan kembali berlangsung pada Senin pukul 12.00 waktu Washington DC atau Selasa (4/8/2026) pukul 02.00 WIB dini hari.
Sementara final tunggal putra antara Taylor Fritz dan Rafael Jodar juga ikut ditunda dan akan dimainkan setelah laga putri selesai.
Menurut prakiraan cuaca, Washington DC masih berpotensi mengalami langit mendung, kelembapan tinggi, hujan, serta badai petir sepanjang Senin.
Meski demikian, rentang waktu pukul 11.00 hingga 13.00 diperkirakan relatif bebas hujan.
Suhu udara diperkirakan berada di kisaran 27 hingga 29 derajat Celsius pada jam pertandingan dimulai.
Pertemuan ini menjadi duel kedua Pegula melawan Eala setelah semifinal Miami Open 2025 yang dimenangkan petenis Amerika tersebut.
Pegula menilai perkembangan servis Eala menjadi salah satu perubahan terbesar dibanding pertemuan sebelumnya.
“Saya pikir servisnya sudah sedikit lebih baik dibanding saat terakhir kami bertemu, dan saya tahu itu memang sedang ia tingkatkan,” ungkap Pegula.
Ia juga menilai gaya bermain petenis kidal memberi keuntungan tersendiri.
“Sebagai petenis kidal, ia memiliki keuntungan karena lawan tidak terbiasa menghadapi arah bola seperti itu, sehingga servisnya lebih sulit diantisipasi,” lanjutnya.
Menurut Pegula, servis Eala yang rendah membuat lawan kesulitan menyerang sejak awal reli.
“Servisnya memantul sangat rendah sehingga sulit diserang, bahkan terkadang terasa kami baru saja memulai reli tanpa punya ruang untuk melakukan pukulan agresif,” tambah Pegula.
Di sisi lain, Alex Eala mengakui kualitas Pegula sebagai salah satu petenis terbaik dunia.
“Jessica benar-benar pemain yang sangat hebat dan pukulannya yang datar membuat lawan merasa tidak nyaman, setidaknya itulah yang saya rasakan saat terakhir menghadapi dirinya,” ungkap Eala.
Meski demikian, petenis Filipina itu tetap optimistis menghadapi tantangan tersebut.
“Dia berada di posisi sekarang karena memang pantas, jadi saya akan menghadapinya secara langsung dan memberikan kemampuan terbaik yang saya miliki,” tuturnya.
Hingga kini, gelar juara Washington Open 2026 masih harus menunggu hasil lanjutan pertandingan apabila kondisi cuaca memungkinkan.***



