SULTENG – Gempa bumi bermagnitudo 4,0 mengguncang wilayah Toli-Toli, Sulawesi Tengah, Sabtu (19/9/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami karena episenternya berada di daratan.
Getaran terjadi pada pukul 12.46.44 WIB. Berdasarkan analisis BMKG, episenter berada di koordinat 1,12 Lintang Utara (LU) dan 120,91 Bujur Timur (BT), atau sekitar 32 kilometer arah timur laut Toli-Toli. Sumber gempa berada pada kedalaman 5 kilometer.
Kepala BBMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa lokasi episenter dan kedalaman hiposenter menunjukkan gempa ini termasuk jenis gempa dangkal.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” tulis Nasrol.
Menurut BMKG, guncangan dirasakan warga Toli-Toli dengan intensitas II-III Modified Mercalli Intensity (MMI). Data ini diperoleh dari estimasi peta guncangan (Shakemap) yang dipadukan dengan laporan masyarakat.
Pada skala II MMI, getaran hanya dirasakan sebagian orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang tergantung bergoyang. Pada skala III MMI, getaran terasa jelas di dalam rumah, menyerupai getaran saat truk melintas.
Sejauh ini, gempa tersebut belum menimbulkan dampak kerusakan. Nasrol memastikan belum ada laporan kerusakan akibat kejadian ini.
BMKG juga masih memantau kemungkinan gempa susulan. Hingga pukul 13.00 WIB, sekitar 13 menit setelah gempa utama, alat pemantau belum merekam aktivitas tersebut.
“Hingga pukul 13.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” ujar Nasrol.