JAKARTA — Chelsea kembali gagal meraih kemenangan setelah dipermalukan Brentford dengan skor 0-3 pada lanjutan Premier League 2026/2027 di Gtech Community Stadium, Sabtu (19/9/2026) dini hari WIB. Kekalahan tersebut semakin menyoroti persoalan lini belakang The Blues yang telah kebobolan 12 gol dalam lima pertandingan awal musim.
Chelsea sebenarnya mampu menjaga gawangnya tetap aman sepanjang babak pertama. Namun, permainan mereka berubah setelah turun minum. Brentford berhasil memanfaatkan celah di pertahanan Chelsea dan mencetak tiga gol dalam rentang waktu 61 menit hingga masa tambahan waktu.
Gol pertama Brentford tercipta pada menit ke-61 melalui Jaidon Anthony. Ia mencetak gol lewat sundulan setelah memanfaatkan situasi sepak pojok. Gol tersebut menjadi awal dari keruntuhan pertahanan Chelsea pada babak kedua.
Brentford kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-80. Igor Thiago mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan bola muntah hasil tepisan Emiliano Martinez.
Tuan rumah akhirnya memastikan kemenangan tiga gol tanpa balas setelah Fábio Carvalho mencetak gol pada masa injury time, tepatnya menit 90+4.
Kekalahan tersebut membuat Chelsea semakin disorot karena hingga pertandingan kelima musim ini belum mampu mencatatkan clean sheet di bawah arahan Xabi Alonso.
Alonso pun mengakui timnya kehilangan konsistensi ketika pertandingan memasuki babak kedua. Menurutnya, Chelsea tidak mampu mempertahankan mentalitas kompetitif yang dibutuhkan untuk menghadapi tekanan Brentford.
“Kami kehilangan konsistensi dan mentalitas kompetitif yang dibutuhkan di babak kedua,” kata Alonso.
Hasil tersebut juga berdampak pada posisi kedua tim di klasemen sementara Premier League. Brentford naik ke posisi ketiga dengan koleksi sembilan poin, sedangkan Chelsea berada di peringkat ketujuh dengan tujuh poin.
Chelsea juga belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir Premier League. Kondisi tersebut membuat sorotan terhadap performa tim semakin menguat, terutama setelah pertahanan kembali gagal meredam serangan lawan.
Di media sosial X, sejumlah pendukung Chelsea turut menyoroti penampilan tim saat menghadapi Brentford. Salah satu kritik diarahkan kepada skema tiga bek yang dinilai belum mampu membuat pertahanan lebih solid.
Akun @Perindusubuh1 menilai tidak terlihat perubahan berarti dalam pendekatan taktik Chelsea, terutama ketika tim menghadapi serangan balik.
“Ga ada perubahan taktik dr skema 3 bek, pdhl yg didapat dr itu cuma Chelsea gampang kebobolan & kocar-kacir tiap kena counter,” tulis akun tersebut.
Komentar lain datang dari akun @Zl9528047580989 yang menyoroti permainan Chelsea yang dinilai terlalu terbuka saat menghadapi Brentford.
“Main trlalu trbuka,unggul posesion,Brentford home,” tulisnya.
Sorotan terhadap Alonso juga muncul melalui sindiran mengenai optimisme yang sempat menyertai awal kepemimpinannya di Chelsea. Akun @luthfiadhiguna menulis, “Era keganasan xabi ternyata masih tertunda mungkin tahun depan asal jangan dipecat di bulan januari.”
Sementara itu, akun @Nuss______ menuliskan, “masih menunggu yg katanya era keganasa xabi.”
Di tengah kritik tersebut, ada pula pendukung yang meminta agar situasi tim dilihat sebagai bagian dari proses transisi. Akun @talnalboyyy mengaitkan kondisi Chelsea dengan masa adaptasi serta absennya sejumlah pemain inti akibat cedera.
“Kalem aja masih masa transisi, ditambah pemain intinya pada cidera jomplang bgt itu squad lapisnya,” tulisnya.
Kekalahan dari Brentford menjadi catatan penting bagi Chelsea setelah lima pertandingan awal musim. Dengan 12 gol telah bersarang di gawang mereka dan belum adanya clean sheet, pembenahan pertahanan menjadi persoalan yang kembali mencuat setelah pertandingan di markas Brentford tersebut.