JAKARTA – Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran menegaskan bahwa tidak akan ada pembicaraan nuklir untuk saat ini, dengan menunjuk pada penarikan diri Donald Trump dari kesepakatan JCPOA 2015, demikian laporan Press TV yang dilansir Sputnik, Sabtu (6/6/2026).
Mantan kepala IRGC, Mohsen Rezaei, memperingatkan, “Jika mereka memilih aksi militer lagi, mereka akan memasuki koridor gelap dan tak berujung.” Ia menekankan bahwa jika perang dan blokade berlanjut, Iran dapat memperluas konflik di luar Teluk Persia hingga ke Samudra Hindia, Laut Merah, Selat Bab el-Mandeb, dan Laut Mediterania.
Rezaei menyatakan bahwa negosiasi telah menemui jalan buntu, sementara pembebasan aset Iran yang dibekukan menjadi ujian penting untuk membangun kepercayaan. “Ini uang kami sendiri, bukan uang Amerika,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa Selat Hormuz adalah milik Iran dan Oman, serta menekankan hak Iran untuk memungut biaya dalam pengelolaannya.