JAKARTA — Peluncuran Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2025 di Klaten, Jawa Tengah. Program unggulan Kementerian Koperasi dan UKM ini dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan.
Dalam rapat bersama Menteri Koperasi dan UKM, Rabu (9/7/2025), anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian menyatakan dukungan terhadap peningkatan anggaran koperasi, dengan catatan bahwa pengelolaan dan pengawasannya harus akuntabel.
“Kalau bicara soal anggaran, kami tentu di Komisi VI akan mendukung. Tapi dengan catatan: peruntukannya harus jelas, pengawasannya harus clear. Supaya program pemerintah di era Pak Prabowo ini bisa betul-betul sampai ke yang semestinya, jangan sampai bocor di mana-mana,” ujar Kawendra.
Ia menekankan bahwa Kopdes Merah Putih harus menjadi data-driven enterprise yang mampu membaca kebutuhan masyarakat secara presisi melalui pemanfaatan teknologi. Menurutnya, koperasi mesti adaptif terhadap fluktuasi pasar.
“Kalau di satu waktu permintaan terhadap produk tertentu menurun, koperasi harus bisa pivot ke produk lain yang lebih relevan. Dengan teknologi, kita bisa prediksi kebutuhan secara akurat. Ini kunci agar koperasi tetap hidup dan bergerak optimal,” jelasnya.
Tak hanya itu, Kawendra juga menyoroti pentingnya peran generasi muda desa dalam pengembangan koperasi. Ia berharap anak-anak muda diberi ruang untuk berkontribusi membangun kampung halamannya.
“Kita ingin ekonomi desa tumbuh dari orang-orang desa sendiri. Kalau mereka sudah mumpuni, tarik kembali untuk bangun kampungnya. Koperasi bisa jadi jalan hidup yang nyata kalau ekosistemnya dibangun dengan serius,” tegasnya.
Kawendra memastikan seluruh upaya ini sejalan dengan amanat Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ekonomi mandiri dari desa, lewat koperasi yang bersih, transparan, berbasis teknologi, dan memberikan dampak nyata di akar rumput.