JAKARTA – DPR RI kembali menunjukkan keterbukaan terhadap aspirasi publik dengan menerima perwakilan massa aksi yang digelar di depan Kompleks Parlemen, Rabu (3/9/2025).
Aksi tersebut diinisiasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), yang kemudian disambut langsung oleh anggota DPR, Kawendra Lukistian, Andre Rosiade, dan Daniel Johan.
Dalam pertemuan tersebut, Kawendra Lukistian menegaskan komitmen DPR untuk mengawal suara rakyat melalui jalur dialog yang konstruktif.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap semangat mahasiswa serta rasa prihatin atas dinamika yang terjadi pada aksi sebelumnya.
Menurutnya, penyampaian aspirasi dengan cara damai adalah kunci agar kritik bisa diterima secara maksimal.
“Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaksempurnaan kami di DPR selama ini.”
“Terima kasih sekali lagi, kami akan sampaikan semuanya ini kepada pimpinan dan tentu kita akan kawal bersama, baik dari perwakilan badan aspirasi maupun pimpinan DPR,” ujar Kawendra, Rabu (3/9/25).

Lebih jauh, Kawendra menilai dokumen kajian yang diserahkan GMNI sebagai masukan penting bagi DPR.
Ia memastikan bahwa bahan tersebut akan dipelajari secara mendalam agar dapat dijadikan rujukan dalam penyusunan maupun pengawasan kebijakan.
Kawendra juga mengingatkan bahwa Presiden Prabowo sejak awal telah menekankan pentingnya kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat di tingkat akar rumput.
“Mungkin betul yang disampaikan tadi oleh perwakilan GMNI bahwa ada komunitas politik yang kurang optimal.”
“Tentu ini menjadi catatan kami, dan sekali lagi kami ucapkan terima kasih serta mohon maaf yang sebesar-besarnya,” tambah Kawendra.
Pertemuan yang berlangsung kondusif ini mencerminkan komitmen DPR untuk terus membuka ruang dialog dengan mahasiswa maupun masyarakat luas.
Dengan begitu, arah kebijakan negara diharapkan semakin berpihak pada kepentingan rakyat.***
