NGAWI – Pabrik sepatu PT Dwi Prima Sentosa yang terletak di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dilanda kebakaran hebat pada Senin (7/7/2025) dini hari. Kebakaran yang terjadi di area gudang tersebut menghanguskan sekitar 150 ribu pasang sepatu dan sandal, dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 miliar.
Kepala Satuan Reskrim Polres Ngawi, AKP Aris Gunadi, menjelaskan bahwa kebakaran yang terjadi pada Senin dini hari tersebut memerlukan waktu hingga pukul 10.30 WIB untuk benar-benar padam. Proses pemadaman berlangsung lama karena kendala teknis, salah satunya hidran yang tidak berfungsi dengan baik dan titik api yang sulit dijangkau. Selain itu, gudang yang terbakar berisi sejumlah bahan mudah terbakar, seperti karet, lem, dan sepatu serta sandal jadi yang siap untuk ekspor.
“Proses pemadaman memakan waktu cukup lama karena adanya kendala pada hidran yang tidak berfungsi dan bahan-bahan mudah terbakar yang ada di dalam gudang,” kata Aris Gunadi kepada wartawan.
Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi api. Selain petugas pemadam dari Ngawi, tim damkar dari Kota dan Kabupaten Madiun turut diturunkan untuk membantu proses pemadaman. Selain itu, TNI, Polri, BPBD, serta relawan juga turut bahu-membahu memadamkan api.
Setelah api berhasil dipadamkan dan suhu bangunan yang terbakar mulai menurun, Polres Ngawi langsung memasang garis polisi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Setelah api padam, kami melakukan olah TKP untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian,” lanjut Aris.
Polisi akan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Jatim untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran. Sejumlah saksi, termasuk petugas keamanan dan staf gudang, juga akan diperiksa terkait kejadian ini.
Menurut petugas keamanan pabrik, Riki Hidayat, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik pada unit Air Conditioner (AC) yang ada di gudang. “Kami sempat mencium bau kabel terbakar. Setelah diperiksa, api sudah mulai muncul dari salah satu unit AC dan membakar bahan-bahan di sekitarnya,” jelas Riki.
Ia juga menambahkan bahwa pemadaman api berjalan cukup sulit mengingat banyaknya bahan yang mudah terbakar di dalam gudang.
Hingga kini, kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Akibat kejadian ini, seluruh aktivitas produksi di Pabrik PT Dwi Prima Sentosa terpaksa dihentikan sementara waktu.
Kebakaran besar ini menjadi salah satu kejadian terparah yang terjadi di wilayah Ngawi dalam beberapa tahun terakhir, dan menambah daftar kerugian besar akibat kebakaran di sektor industri.