MADRID, SPANYOL – Bencana kebakaran hutan yang melanda kawasan barat daya Prancis dan sejumlah wilayah di Spanyol kian tak terkendali. Api yang terus merambat memaksa otoritas kedua negara mengevakuasi total 285 ribu penduduk hingga Sabtu (25/7).
Di Prancis, kobaran api yang semula berkobar di kawasan pesisir barat daya kini merangsek ke arah pedalaman dan mengancam Kota Bordeaux. Ribuan warga di kawasan pinggiran kota tersebut harus meninggalkan rumah mereka atas perintah pemerintah setempat.
Menteri Dalam Negeri Prancis Sebastien Lecornu menyebut situasi ini sebagai kondisi darurat yang belum pernah dialami negaranya. Melalui akun X pribadinya, ia menulis, “Kebakaran yang melanda negara kita telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.”ucapnya.
Cuaca ekstrem turut memperparah kondisi di lapangan. Sepanjang Juli ini, suhu rata-rata tertinggi di wilayah terdampak kebakaran tercatat mencapai 32,2 derajat celsius, atau 7,3 derajat celsius lebih panas dibandingkan rata-rata suhu maksimum pada periode yang sama antara 1961 hingga 1990.
Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez memperingatkan bahwa proses pemadaman diperkirakan masih akan berlangsung lama. “Kami memperkirakan perjuangan yang panjang dan sangat berat,” ujarnya.
Militer Dikerahkan, Pesawat Tempur Ikut Padamkan Api
Menghadapi kobaran api yang meluas, pemerintah Prancis mengerahkan angkatan bersenjata untuk membantu tim pemadam kebakaran yang kewalahan menangani lokasi kejadian. Pada Sabtu sore, sebuah pesawat angkut militer jenis A400M ikut diterjunkan untuk menjatuhkan cairan pemadam ke titik-titik hutan yang terbakar.
Pemandangan serupa juga terlihat di Spanyol, di mana asap tebal membubung tinggi dari berbagai titik api yang terus meluas, menyisakan bangunan-bangunan hangus di sepanjang jalur kebakaran.
Spanyol Tetapkan Status Darurat Nasional
Tiga titik kebakaran besar yang muncul di sekitar wilayah Madrid mendorong pemerintah Spanyol menetapkan status darurat nasional akibat kebakaran hutan untuk pertama kalinya. Selain itu, kebakaran semak berskala lebih kecil yang sempat terjadi di luar kawasan pesisir Valencia dilaporkan telah berhasil dipadamkan pada Sabtu. Namun, insiden tersebut menelan korban jiwa seorang pria lanjut usia yang ditemukan tewas di dalam mobilnya, menurut keterangan resmi kementerian dalam negeri setempat.
Untuk mempercepat penanganan, Dinas Perlindungan Sipil Spanyol menyatakan tengah menanti kedatangan empat unit pesawat penyiram air tambahan pada Sabtu, masing-masing dua unit dari Italia dan Yunani. Sebelumnya, pesawat pemadam kebakaran bantuan dari Belanda dan Portugal juga telah dikerahkan lebih dulu di negara tersebut.
Ratusan Ribu Warga Mengungsi
Data terbaru mencatat sekitar 197.000 warga telah dievakuasi dari kawasan Gironde dan Landes di dekat Bordeaux sejak kebakaran mulai terjadi pekan ini. Sementara di Spanyol, sekitar 88.000 orang telah dievakuasi atau diminta tetap berada di dalam rumah akibat tiga kebakaran besar yang terjadi secara bersamaan.
Nunez mengungkapkan titik api di Prancis kini berjarak sekitar 30 kilometer (19 mil) dari Bordeaux. Pemerintah pun mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak melakukan perjalanan darat maupun kereta api menuju kawasan tersebut. Meski demikian, Bandara Bordeaux dipastikan tetap beroperasi normal, kendati layanan kereta dan bus menuju bandara ikut terdampak akibat kebakaran.
Warga Diminta Waspadai Kabut Asap
Di Madrid, Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan menyusul kabut asap tebal yang menyelimuti ibu kota. Melalui akun X-nya, ia menyampaikan pesan, “Hindari aktivitas fisik dan berada di luar ruangan. Jika Anda harus keluar rumah dan terdapat asap atau abu, kenakan masker.”tutupnya.