MALANG – Aktivitas pendakian Gunung Arjuno-Welirang di Jawa Timur kembali dihentikan sementara.
Penutupan dilakukan setelah kebakaran hutan melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.
UPT Tahura Raden Soerjo menetapkan seluruh jalur pendakian menuju Gunung Arjuno dan Welirang ditutup mulai Rabu (19/8/2026).
Belum ada batas waktu yang ditetapkan untuk pembukaan kembali jalur tersebut.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keselamatan pendaki serta proses penanganan kebakaran yang masih berlangsung.
Penutupan juga menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi petugas untuk melakukan penanganan dan pemulihan kawasan yang terdampak kebakaran.
Kebakaran Terpantau Sejak Selasa Malam
Berdasarkan data sementara Dinas Kehutanan Jawa Timur, kebakaran mulai terjadi pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Titik kebakaran berada di area Grid 903, 901, dan 854 yang masuk wilayah Desa Pancalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Informasi awal mengenai kebakaran diterima oleh basecamp Sumber Brantas setelah relawan melihat kepulan asap dari sisi timur Lapangan Kotak.
Situasi kemudian berkembang. Sekitar pukul 21.50 WIB, relawan di kawasan puncak Kembar 2 melaporkan bahwa api telah meluas hingga mendekati jalur pendakian melalui Sumber Brantas.
Petugas kemudian melakukan evakuasi terhadap pendaki yang masih berada di kawasan Gunung Arjuno-Welirang.
Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 22.00 WIB dan dilanjutkan dengan penyisiran untuk memastikan tidak ada pendaki yang tertinggal.
Masih Ada Titik Panas
Penanganan kebakaran terus dilakukan oleh tim gabungan. Berdasarkan pemantauan pada Rabu sekitar pukul 05.00 WIB, masih ditemukan tiga titik panas atau hotspot di kawasan tersebut.
Titik panas itu terpantau berada di atas area Pondokan dan sekitar Lembah Kidang.
Sebanyak tiga regu dari Sumber Brantas kemudian dikerahkan untuk membantu menangani kebakaran.
Tim tersebut bekerja bersama unsur UPT Tahura Raden Soerjo, BPBD Kota Batu, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan.
Dari Posko Kaliandra, penanganan juga melibatkan Dinas Kehutanan Jawa Timur, BPBD Jawa Timur, serta BPBD Pasuruan.
Pendaki yang Sudah Pesan Tiket Bisa Reschedule
Penutupan jalur pendakian turut berdampak kepada calon pendaki yang sebelumnya sudah melakukan pemesanan.
UPT Tahura Raden Soerjo menyediakan mekanisme penjadwalan ulang atau reschedule bagi pendaki yang terdampak penutupan.
Pengajuan dapat dilakukan melalui admin resmi Tahura Raden Soerjo setelah jalur pendakian dinyatakan kembali dibuka.
Pengelola sebelumnya juga menegaskan bahwa seluruh jalur pendakian menuju Arjuno-Welirang ditutup sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
Karena itu, pendaki maupun calon pendaki diminta tidak memaksakan diri memasuki kawasan selama status penutupan masih berlaku.
Penutupan ini menjadi langkah pencegahan untuk menghindari risiko terhadap pendaki di tengah kondisi kebakaran yang masih ditangani.
Selain faktor keselamatan manusia, pengelola juga perlu memastikan kondisi kawasan hutan sudah aman sebelum aktivitas pendakian kembali diperbolehkan.
Hingga Rabu (19/8/2026), belum ada informasi mengenai kapan jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang akan kembali dibuka.
Keputusan tersebut akan menunggu perkembangan penanganan kebakaran dan kondisi kawasan Tahura Raden Soerjo.***




