JAKARTA – Langkah kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam mengatur ulang kebijakan ekonomi dan perdagangan internasional, kini menjadi fokus utama negara-negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Tindakan Trump memantik analisis dari berbagai kalangan, termasuk dari ekonom senior dan Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung.
Tungkot menggarisbawahi bahwa kebijakan terbaru AS hanya memberikan dampak terbatas terhadap ekspor kelapa sawit Indonesia.
“Ekspor kita ke Amerika Serikat hanya sekitar 1,5 hingga 1,7 juta ton, sekitar 5-6 persen dari total ekspor,” tegasnya saat berbincang di PRO3 RRI, Senin (7/4/2025).
Meski volume perdagangan dengan AS tergolong kecil, Indonesia tetap harus sigap menghadapi dinamika global ini.
Menurutnya, kendati pengaruh terhadap sektor sawit tidak signifikan, efek berantai terhadap sektor lain patut diwaspadai.
“Dampaknya pasti ada, tapi tidak terlalu besar karena porsi pasar Amerika kita kecil,” ujar Tungkot.
Ia menilai bahwa perhatian dunia kini tertuju pada langkah AS yang bisa memicu reaksi berantai di pasar global.
Kunci Hadapi Dampak Global
Menanggapi kebijakan Trump, Tungkot mendorong pemerintah Indonesia agar lebih proaktif dalam menyusun strategi. Langkah negosiasi dengan pemerintah AS dinilai krusial.
“Negosiasi dengan Amerika harus segera dilakukan dengan mengirimkan orang-orang terbaik untuk melobi,” katanya, menekankan pentingnya diplomasi yang tajam dan efektif.
Ia menambahkan, perubahan kebijakan tarif oleh pemerintah AS bisa menjadi celah yang menguntungkan, apalagi jika Tiongkok merespons kebijakan tersebut dengan membalas pembatasan terhadap produk pertanian AS.
“Hal ini memberikan peluang,” ungkap Tungkot, membuka perspektif baru di tengah dinamika geopolitik.
Indonesia, lanjutnya, berada dalam posisi strategis karena memiliki hubungan ekonomi yang saling melengkapi dengan Amerika Serikat.
Relasi ini disebutnya bukan sebagai rivalitas, melainkan kolaborasi. Pandangan ini memberikan optimisme bahwa Indonesia dapat menavigasi arus global dengan cerdas.
Peluang Baru di Tengah Ketidakpastian
Dalam analisisnya, Tungkot percaya bahwa dengan pendekatan yang tepat, Indonesia dapat menciptakan solusi bersama dengan Amerika Serikat.
“Pendekatan yang tepat diyakini akan menghasilkan ‘win-win solution’ bagi kedua belah pihak,” tuturnya.
Hal ini membuka harapan bahwa ketegangan kebijakan dapat diubah menjadi momentum kerja sama yang lebih kokoh.
Sebagai negara dengan potensi besar di sektor agribisnis, Indonesia ditantang untuk memaksimalkan diplomasi ekonomi serta meningkatkan daya saing produk ekspornya.
Isu ini menjadi pengingat bahwa globalisasi tidak hanya membawa peluang, tetapi juga memerlukan kesiapan dalam menghadapi perubahan kebijakan negara adidaya.***
