BANTEN – Kapal tugboat (TB) Mega 09 tenggelam di perairan Selat Sunda pada Jumat pagi, sekitar pukul 08.24 WIB, saat menarik tongkang. Enam Anak Buah Kapal (ABK) yang sempat hilang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, menurut Basarnas Banten.
Kasubsi Siaga dan Operasi Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengonfirmasi kejadian tersebut dan memberikan kabar baik, “Betul (kecelakaan), tapi Alhamdulillah (ABK) selamat semua,” ujar Rizky saat dihubungi pada Minggu, 2 Februari 2025.
Menurut Rizky, kapal TB Mega 09 tenggelam setelah menarik tongkang, yang menyebabkan tongkang tersebut mengapung dan bergerak ke arah alur penyebrangan Merak – Bakauheni, sebuah jalur yang sangat sibuk untuk transportasi laut. Menyikapi situasi ini, tim Basarnas segera dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap ABK yang dilaporkan hilang.
Pencarian dimulai dengan pengiriman tim dan RIB 02 Banten. Sekitar pukul 12.22 WIB, setelah empat jam operasi pencarian, enam ABK yang sebelumnya hilang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh KN Tanjung Datu. Tongkang yang tenggelam juga berhasil ditarik oleh kapal tugboat TB Sahabat Kapuas Utama 07 menuju area bekas Dermaga Pelindo 2 Bojonegara.
Nama-nama ABK yang berhasil dievakuasi:
- – Ali Usman (Kapten) – 34 tahun
- – Boni Afano (Chief Officer) – 55 tahun
- – Ismaili (Juru Mudi) – 54 tahun
- – Wahyudin (Kelasi) – 19 tahun
- – Ridho Idris (Kelasi) – 26 tahun
- – Alexandro (KKM)– 28 tahun
Pihak Basarnas mengapresiasi kerjasama yang baik antara tim di lapangan dan pihak terkait, yang memungkinkan evakuasi dilakukan dengan lancar dan semua ABK dapat diselamatkan. Proses evakuasi juga menghindari potensi bahaya lebih lanjut di jalur penyebrangan yang padat tersebut.