JAKARTA – Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta melemparkan candaan segar saat berpidato di Sekretariat ASEAN, Jakarta, pada Jumat (1/8). Dalam pidato kebijakannya, ia menyebut proses bergabung dengan ASEAN terasa lebih rumit dibandingkan masuk surga, memancing tawa audiens. Candaan ini mencerminkan perjuangan panjang Timor Leste untuk menjadi anggota penuh ASEAN sejak mengajukan permohonan pada 2011.
“Baru-baru ini, saya mengatakan bahwa terkadang bagi saya jalan menuju ASEAN terasa lebih sulit daripada jalan menuju surga. Bagi mereka yang beragama Katolik yang tinggal di negara ini, kita umat Katolik tahu betul bagaimana jalan menuju surga,” ujar Ramos Horta, disambut gelak tawa hadirin.
“Berdoalah beberapa kali dan Anda meninggal malam itu, andai bisa langsung masuk surga. ASEAN jauh lebih rumit daripada itu.”tambahnya.
Ramos Horta kemudian meminta maaf kepada Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn yang hadir di acara tersebut karena candaannya mengenai birokrasi ASEAN.
Namun, di balik nada ringan, ia menegaskan komitmen Timor Leste untuk memenuhi syarat keanggotaan. Negara tersebut kini berstatus pengamat (observer) dan tengah bekerja keras menyelesaikan peta jalan (roadmap) yang ditetapkan ASEAN.
Perjuangan Panjang Menuju Keanggotaan Penuh
Timor Leste telah berupaya bergabung dengan ASEAN selama 14 tahun. Meski telah mendapat status pengamat pada 2022, proses menuju keanggotaan penuh masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
Ramos Horta mengungkapkan bahwa negara-negara ASEAN menyarankan Timor Leste untuk fokus pada pengembangan SDM guna mempercepat proses integrasi.
“Negara-negara ASEAN memberikan saran berharga agar kami fokus pada peningkatan sumber daya manusia. Kami sedang bekerja keras untuk itu,” kata Ramos Horta. Ia berharap Timor Leste dapat resmi menjadi anggota penuh pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Oktober mendatang.
Dukungan Indonesia dan Langkah Strategis
Indonesia, sebagai salah satu pendukung utama, terus mendorong keanggotaan Timor Leste. Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, yang hadir dalam acara tersebut, menegaskan komitmen Indonesia.
“Indonesia berada di garda terdepan mendukung aspirasi Timor Leste untuk menjadi anggota penuh keluarga ASEAN,” ujarnya.
Selain itu, Indonesia telah memberikan berbagai program pengembangan kapasitas dan kerja sama teknis untuk membantu Timor Leste memenuhi standar ASEAN. Hubungan erat kedua negara, yang semakin kuat sejak kemerdekaan Timor Leste pada 2002, menjadi modal penting dalam proses ini.
Optimisme di Tengah Tantangan
Candaan Ramos Horta tidak hanya mencairkan suasana, tetapi juga menyoroti kompleksitas birokrasi ASEAN. Meski demikian, optimisme tetap terpancar dari sang presiden. Dengan dukungan kuat dari Indonesia dan negara anggota lainnya, Timor Leste bertekad mempercepat langkah menuju keanggotaan penuh, membawa visi untuk memperkuat persatuan dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara.