JAKARTA – Perayaan hari ulang tahun Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) ke-218 kembali menjadi momen penting bagi tumbuhnya semangat toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat majemuk Indonesia.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama (Kemenag), Suparman, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara yang diikuti lebih dari 3.500 orang dari berbagai latar belakang keagamaan.
Acara tahunan yang digelar dengan penuh semangat persaudaraan ini menurut Suparman bukan hanya menjadi agenda internal umat Katolik, melainkan juga simbol keterbukaan dan penghormatan terhadap keberagaman agama di Tanah Air.
Dalam momentum tersebut, perwakilan dari agama Hindu, Buddha, Kristen, Konghucu, dan Islam turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam suasana penuh kehangatan.
“Yang menarik di acara ini adanya partisipasi dari umat beragama yang lain. Seperti dari Hindu, Buddha, Kristen, Konghucu, dan dari enam agama besar (islam) hadir di sini,” katanya dalam konferensi pers Syukur 218 Tahun Keuskupan Agung Jakarta, di Wisma Keuskupan Agung, Jakarta, Sabtu (10/5/2025).
Lebih dari sekadar seremoni, perayaan HUT KAJ ini juga memancarkan semangat kepedulian antarindividu.

Suparman menyoroti bagaimana interaksi antarpeserta berlangsung dengan penuh empati.
Mereka yang kesulitan menemukan kelompoknya dibantu secara sukarela oleh kelompok lain, yang menunjukkan solidaritas dalam bingkai kebangsaan.
Ia menilai bahwa kegiatan seperti ini merupakan contoh nyata dari cara sederhana namun berdampak besar dalam membangun kerukunan nasional.
Menurutnya, kepedulian terhadap sesama adalah kunci utama dalam mempererat hubungan antarpemeluk agama.
“Ini menunjukkan bahwa merawat kerukunan, keberagaman itu sebetulnya mudah saja. Dimulai dari hal-hal sekecil seperti ini, kita bersama-sama bisa membuat Indonesia ini lebih baik lagi,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Suparman juga menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru umat Katolik dunia.
Ia berharap kepemimpinan Paus Leo XIV akan mampu melanjutkan misi perdamaian dan dialog antaragama yang telah dirintis oleh mendiang Paus Fransiskus.
Dengan semangat lintas iman yang dipupuk dalam perayaan seperti HUT KAJ ini, Suparman optimistis bahwa toleransi dan kebinekaan akan terus tumbuh subur di Indonesia sebagai fondasi menuju perdamaian yang berkelanjutan.***