JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan infrastruktur dasar pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya ini mencakup tahap tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi, guna memulihkan akses layanan vital serta menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat.
Dalam rapat koordinasi di Command Center Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (8/1), Menteri PU Dody Hanggodo bertemu dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menko PMK Pratikno, serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Ia menegaskan bahwa sejak awal bencana, Kementerian PU telah bergerak cepat dengan memobilisasi sumber daya secara maksimal ke wilayah terdampak.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar. Fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian sementara harus segera berfungsi agar warga dapat kembali beraktivitas dengan aman dan layak,” ujar Menteri Dody.
Data per 7 Januari 2026 mencatat 1.459 titik terdampak di tiga provinsi, terdiri atas 523 titik di Aceh, 306 titik di Sumatera Utara, dan 630 titik di Sumatera Barat. Kerusakan meliputi banjir, longsor, jebolnya tanggul, rusaknya jalan dan jembatan, serta terganggunya pasokan air bersih.
Untuk mendukung penanganan tanggap darurat, Kementerian PU mengerahkan 1.712 unit alat berat dan 1.328 personel, dengan dukungan TNI serta relawan masyarakat. Selain itu, disalurkan 470 unit sarana pendukung dan 6.232 unit bahan serta material guna mempercepat pembersihan material bencana, normalisasi sungai, dan perbaikan infrastruktur kritis.
Pemulihan Jalan dan Jembatan
Pada sektor Bina Marga, jalur nasional antarkota dan kabupaten telah kembali terkoneksi meski perbaikan permanen masih berlangsung, termasuk pekerjaan bor pile dan dinding penahan tanah. Dari 1.961 ruas jalan terdampak, sebanyak 1.410 ruas telah fungsional, sementara 551 ruas lainnya masih dalam tahap perbaikan.
Sebanyak 743 jembatan daerah mengalami kerusakan, dengan 120 unit telah pulih dan 623 unit lainnya membutuhkan penanganan segera. Kebutuhan mendesak mencakup pembangunan 270 unit Jembatan Bailey dan 205 unit jembatan Armco.
Penanganan Sumber Daya Air dan Irigasi
Di sektor Sumber Daya Air, dari 36 Daerah Irigasi Nasional seluas 254.946 hektare, sebanyak 21 daerah irigasi terdampak dengan cakupan area 127.688 hektare. Tercatat 24 bendung mengalami kerusakan, dan 13 di antaranya tengah ditangani melalui pembersihan serta penguatan tanggul untuk mencegah banjir susulan.
Langkah lain meliputi optimalisasi jaringan irigasi di lahan yang tidak terdampak serta penanganan sedimentasi pada area persawahan. Kementerian PU juga menyediakan sumur bor dalam dengan kedalaman lebih dari 100 meter untuk memenuhi kebutuhan air baku.
Di Aceh Tamiang, 24 lokasi sumur bor sedang diproses menggunakan 10 unit alat bor. Dari jumlah tersebut, 8 unit telah beroperasi, 4 unit dalam tahap persiapan, serta 1 unit telah dilengkapi pompa dan hidran umum dengan debit 2 liter per detik dan kualitas air sesuai standar.
Dukungan Permukiman dan Hunian Sementara
Pada sektor Cipta Karya, fokus diarahkan pada pemulihan layanan air minum, drainase, sanitasi, serta penyediaan hunian darurat. Sebanyak 470 unit sarana telah dikirim ke tiga provinsi, terdiri atas instalasi pengolahan air mobile, tangki air, dan toilet portabel. Dari jumlah tersebut, 451 unit telah terpasang dan sisanya masih dalam proses pengiriman.
Di bidang Prasarana Strategis, pembangunan Hunian Sementara di Aceh Tamiang mencapai 84 unit dengan progres 80,14 persen. Hunian sementara dibangun menggunakan struktur modular baja tanpa alat berat dan dilengkapi fasilitas sumur bor serta pasokan listrik dari PLN atau genset.
Selain itu, survei lokasi hunian sementara juga dilakukan di empat kabupaten lain, yakni Kabupaten Bener Meriah sebanyak 480 unit, Kabupaten Pidie Jaya 211 unit, Kabupaten Aceh Utara 400 unit, dan Kabupaten Tapanuli Selatan 431 unit. Dengan demikian, total hunian sementara yang akan dibangun Kementerian PU mencapai 1.606 unit.
Kementerian PU berkomitmen terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, serta meningkatkan mitigasi bencana hidrometeorologi guna memperkuat ketahanan wilayah ke depan. Langkah ini diharapkan mempercepat pemulihan dan mengembalikan normalitas kehidupan warga terdampak banjir dan longsor di Sumatera.