JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan peningkatan cadangan BBM nasional hingga tiga bulan sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan energi Indonesia di tengah dinamika global yang fluktuatif.
Kebijakan peningkatan cadangan BBM nasional tersebut menjadi fokus pemerintah saat ini, menyusul evaluasi atas kapasitas stok energi yang sebelumnya berada di kisaran 21 hari.
Langkah Presiden Prabowo menaikkan cadangan BBM hingga tiga bulan dinilai krusial untuk menjaga stabilitas pasokan, mengantisipasi gangguan distribusi, serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dalam berbagai situasi darurat.
Arahan tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai menghadiri agenda di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/3).
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah segera menindaklanjuti perintah Presiden dengan menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan atau storage baru guna mendongkrak kapasitas cadangan nasional.
“Arahan Bapak Presiden agar segera kita membangun storage supaya cadangan kita bisa sampai dengan 3 bulan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan storage menjadi fondasi utama dalam memperkuat sistem ketahanan energi nasional agar Indonesia tidak rentan terhadap gejolak pasokan global.
Menurutnya, tanpa penambahan infrastruktur penyimpanan, target peningkatan cadangan hingga tiga bulan akan sulit direalisasikan secara optimal dan berkelanjutan.
Pemerintah saat ini tengah mengkaji sejumlah lokasi strategis untuk pembangunan storage baru demi mendukung distribusi yang efisien dan terintegrasi.
“Salah satu alternatif terbaiknya di wilayah Sumatra,” pungkasnya.
Wilayah Sumatra dipertimbangkan karena posisi geografisnya yang strategis serta kedekatannya dengan jalur distribusi energi nasional maupun internasional.
Di tengah rencana ekspansi kapasitas penyimpanan tersebut, Bahlil memastikan kondisi stok BBM nasional dalam keadaan aman dan terkendali.
Pemerintah juga memberikan jaminan bahwa ketersediaan BBM tetap stabil untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama periode mudik dan Lebaran.
‘Standar nasional minimal (cadangam BBM) 20 sampai 21 hari,” tutupnya.
Dengan kebijakan ini, pemerintah menegaskan komitmennya membangun sistem cadangan energi jangka panjang yang lebih kuat, adaptif, dan siap menghadapi potensi krisis pasokan di masa depan.***