JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan pengumuman resmi mengenai perubahan jadwal atau mekanisme penyelenggaraan ibadah haji 2026 (1447 H). Pernyataan ini disampaikan di tengah kekhawatiran masyarakat akibat eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Israel, Iran, dan Amerika Serikat.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa hingga Jumat (13/3/2026), Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi belum menyatakan adanya penyesuaian apa pun terkait pelaksanaan ibadah haji tahun depan.
“Betul, memang kemarin Kementerian Haji sudah menyampaikan bahwa Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi belum mengumumkan adanya perubahan terkait penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 2026,” ujar Heni Hamidah di Gedung Kemlu, Jakarta.
Menurutnya, persiapan dan pelaksanaan ibadah haji tetap mengikuti rencana awal tanpa indikasi skenario alternatif dari pihak berwenang Arab Saudi. Kemlu juga akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi resmi apabila terdapat perubahan kebijakan dari otoritas terkait.
Heni mengimbau calon jemaah haji untuk tetap tenang, menghindari spekulasi, serta hanya merujuk pada sumber informasi resmi dari pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi yang akan diperbarui secara berkala.
“Jadi untuk saat ini, kepada masyarakat, khususnya calon jemaah haji, diimbau untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi serta tetap merujuk pada informasi resmi dari pemerintah yang akan disampaikan secara berkala,” pungkasnya.
Pernyataan Kemlu tersebut muncul seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan sejak akhir Februari 2026. Situasi ini sempat memunculkan kekhawatiran terkait keamanan perjalanan ibadah dan potensi gangguan pada jalur transportasi udara menuju Timur Tengah. Meski demikian, komunikasi intensif antara pemerintah Indonesia dan otoritas Arab Saudi terus dilakukan untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji bagi jutaan umat Muslim dunia, termasuk jemaah asal Indonesia.