JAKARTA — Memasuki dunia kerja bukan hanya soal mempersiapkan ijazah dan portofolio. Proses memasuki dunia kerja itu sendiri wajib diketahui, terutama bagi para fresh graduate. Ada sejumlah istilah dalam proses rekrutmen yang kerap muncul, tetapi tidak selalu diajarkan di bangku kuliah. Bagi para fresh graduate, ketidaktahuan terhadap istilah-istilah ini bisa membuat proses melamar kerja terasa membingungkan, bahkan bisa saja merugikan.
Berikut sepuluh istilah yang wajib dipahami sebelum terjun ke dunia rekrutmen:
1. Job Description
Sebelum melamar, calon pelamar umumnya akan menemukan dokumen yang memuat uraian tugas, tanggung jawab, serta peran yang diemban dalam suatu jabatan. Dokumen inilah yang dikenal sebagai job description. Di dalamnya juga tercantum kualifikasi yang diharapkan perusahaan dari kandidat terpilih.
2. Job Requirement
Setiap lowongan pekerjaan memiliki kriteria tersendiri yang harus dipenuhi pelamar. Mulai dari jenjang pendidikan, keahlian khusus, hingga pengalaman kerja yang relevan. Persyaratan ini berfungsi sebagai penyaring awal untuk menentukan apakah seorang pelamar sesuai dengan kebutuhan posisi yang ditawarkan.
3. Curriculum Vitae (CV)
Curriculum vitae, atau yang lazim disingkat CV, merupakan dokumen yang merangkum latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan keterampilan seseorang. Dalam proses seleksi, CV menjadi gambaran pertama yang dilihat perekrut sebelum memutuskan apakah seorang kandidat layak diproses lebih lanjut.
4. Cover Letter
Berbeda dengan CV yang bersifat informatif, cover letter berisi penjelasan mengenai alasan seseorang tertarik pada posisi tertentu sekaligus menegaskan kecocokannya dengan jabatan yang dilamar. Surat ini cenderung lebih personal dan mencerminkan kepribadian pelamar.
5. Applicant Tracking System (ATS)
Di era digital, banyak perusahaan besar menggunakan perangkat lunak khusus untuk memilah CV secara otomatis sebelum dokumen tersebut sampai ke tangan tim sumber daya manusia. Sistem ini dikenal sebagai Applicant Tracking System atau ATS. Oleh karena itu, penggunaan kata kunci yang tepat dan relevan dalam CV menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
6. Screening
Tahap screening merupakan langkah pertama dalam proses seleksi. Pada tahap ini, pihak sumber daya manusia perusahaan akan menelaah seluruh dokumen lamaran yang masuk guna menentukan kandidat mana yang berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.
7. Interview HR
Setelah lolos tahap screening, kandidat biasanya akan diundang untuk menjalani interview HR. Sesi ini bertujuan menggali kepribadian, motivasi, serta kesesuaian nilai dan karakter pelamar dengan budaya yang berlaku di perusahaan tersebut.
8. User Interview
Berbeda dengan interview HR, user interview dilakukan bersama calon atasan langsung maupun anggota tim dari divisi terkait. Fokus utamanya adalah menilai kemampuan teknis serta kesiapan kandidat dalam menjalankan pekerjaan secara nyata.
9. Offering Letter
Apabila kandidat dinyatakan lolos seluruh tahap seleksi, perusahaan akan menerbitkan offering letter. Dokumen ini memuat informasi rinci mengenai jabatan yang ditawarkan, besaran gaji, tunjangan, serta tanggal mulai bekerja. Kandidat yang menyetujui isi surat tersebut selanjutnya diminta membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk persetujuan.
10. Onboarding
Hari pertama bekerja bukan berarti langsung terjun ke tugas penuh. Perusahaan umumnya menyelenggarakan proses onboarding bagi karyawan baru. Proses ini mencakup pengenalan terhadap lingkungan kerja, struktur organisasi, rekan tim, serta sistem dan prosedur yang berlaku di perusahaan.
Memahami kesepuluh istilah di atas dapat membantu para lulusan baru menghadapi proses rekrutmen dengan lebih percaya diri dan terarah. Sebab, penguasaan informasi dasar ini merupakan bekal awal yang tidak kalah penting dari kualifikasi akademik itu sendiri. (ACH)