JAKARTA – Ketegangan di perbatasan Thailand–Kamboja semakin memanas setelah dua roket dari Kamboja menghantam wilayah Thailand. Sebagai respons, militer Thailand mengerahkan enam jet tempur F-16 untuk menyerang target militer di Kamboja.
“Seluruh F-16 Thailand telah kembali dengan selamat usai menjatuhkan bom ke batalion Kamboja,” ungkap pihak militer Thailand melalui akun media sosial resmi mereka.
Namun, respons tersebut menuai kecaman dari Kementerian Pertahanan Kamboja, yang menuduh Thailand menggunakan kekuatan berlebihan. Mereka menyebut tindakan itu sebagai ancaman serius terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan.
Serangan ke Rumah Sakit di Surin
Bentrokan semakin meningkat ketika Komando Wilayah Kedua Thailand melaporkan serangan terhadap Rumah Sakit Phanom Dong Rak di Provinsi Surin, yang berada dekat perbatasan. Sebelumnya, dua roket BM-21 dari Kamboja menghantam kawasan Distrik Kap Choeng, Surin, melukai tiga warga sipil, termasuk seorang anak.
Bentrokan ini pecah pada Kamis pagi, di sekitar dua kuil yang terletak di perbatasan antara Provinsi Surin, Thailand, dan Oddar Meanchey, Kamboja. Kedua pihak saling menyalahkan atas dimulainya serangan, yang menyebabkan eskalasi baku tembak.
Situasi yang Masih Berkembang
Jumlah pasti korban dan kerusakan akibat konflik ini masih belum dapat dipastikan. Laporan dari CNA menyebutkan bahwa sulit untuk mendapatkan gambaran yang jelas, mengingat sebagian besar informasi berasal dari pihak militer Thailand.
Di tengah ketidakpastian ini, warga sipil di Surin telah mengungsi untuk mencari perlindungan, khawatir bentrokan yang terjadi akan semakin meluas. Konflik ini menambah panjang daftar ketegangan yang sudah lama ada di perbatasan Thailand–Kamboja, yang terus menjadi sumber sengketa antara kedua negara.