JAKARTA – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa angkatan bersenjata negaranya siap menghadapi invasi darat Amerika Serikat. Dalam pidato pada hari ke-30 perang, Minggu (29/3/2026) waktu setempat, ia menegaskan pasukan Iran menunggu kedatangan tentara AS untuk memberikan perlawanan.
“Musuh secara terbuka mengirimkan pesan negosiasi dan dialog dan secara diam-diam merencanakan serangan darat. Mereka tidak menyadari bahwa pasukan kami sedang menunggu kedatangan tentara Amerika di lapangan untuk membakar mereka dan menghukum mitra regional mereka selamanya,” kata Ghalibaf, dilansir dari Turkiyetoday.
Ia menolak kerangka negosiasi 15 poin yang diajukan Presiden Donald Trump, menyebutnya sebagai daftar tujuan perang yang belum tercapai. “Selama Amerika menginginkan penyerahan Iran, jawaban anak-anak Anda terhadap keinginan Amerika ini jelas: Kami tidak akan pernah menerima penghinaan,” tegasnya.
Ghalibaf menambahkan rudal Iran tetap aktif dan serangan terus berlanjut. Ia menilai perang telah mengungkap kelemahan militer AS, termasuk kerusakan pada simbol prestise seperti jet F-35, kapal induk, dan pangkalan regional.
Menurutnya, konflik saat ini merupakan “perang dunia yang besar” yang menuntut kesiapan penuh. “Saya jamin bahwa dengan rahmat Allah, kita tidak akan keluar dari perang ini kecuali dengan kemenangan, dan tanda-tanda kemenangan ini mulai terlihat,” ujarnya.
Sejak 28 Februari, serangan udara AS dan Israel telah menewaskan lebih dari 1.340 orang di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Iran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, serta negara Teluk yang menampung aset militer AS, menimbulkan korban jiwa dan mengganggu pasar global.