JAKARTA – Aksi protes nasional bertajuk “No Kings” kembali mengguncang Amerika Serikat. Jutaan orang turun ke jalan di seluruh 50 negara bagian dan 16 negara lain untuk menentang pemerintahan Trump, menjadikannya salah satu demonstran terbesar dalam sejarah AS.
Menurut koalisi penyelenggara yang terdiri atas kelompok Indivisible, 50501, serikat pekerja, dan organisasi akar rumput, lebih dari 3.000 acara digelar serentak pada Sabtu (28/3/2026). “Saya memperkirakan 28 Maret akan menjadi protes terbesar dalam sejarah Amerika,” kata Ezra Levin, salah seorang pendiri Indivisible, dilansir dari The Guardian.
Di Twin Cities, Minnesota, sekitar 200.000 orang memadati kawasan gedung DPR negara bagian. Senator Bernie Sanders membakar semangat massa dengan kritik terhadap kaum ultra-kaya, sementara Bruce Springsteen memimpin nyanyian “Ice keluar sekarang!” lewat lagu Streets of Minneapolis. Gubernur Tim Walz menegaskan bahwa Amerika tidak membutuhkan “raja sialan” melainkan the Boss.
New York menjadi pusat aksi lain dengan ribuan orang berkumpul di Times Square dan Central Park. Jaksa Agung Letitia James, advokat publik Jumaane Williams, aktor Robert DeNiro, Pendeta Al Sharpton, dan Padma Lakshmi memimpin barisan sambil membawa spanduk bertuliskan: “Kami melindungi demokrasi kami – rakyat di atas miliarder – kami melindungi tetangga kami.”
Tema anti-ICE, pro-hak LGBTQ+, dan anti-perang mendominasi pawai. “Perang ini harus dihentikan,” ujar MB, 55 tahun, warga Queens. Di Washington DC, sekelompok ibu Palestina mengibarkan bendera setinggi tiga meter di Monumen Lincoln. “Sebagian besar warga Amerika tidak tahu bahwa uang pajak kita digunakan untuk mensubsidi kekerasan,” kata Hazami Barmada, 42 tahun.



