BEIJING, CHINA β Kim Ju-ae, putri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, menarik perhatian dunia saat tampil dalam parade militer di Beijing, China, pada Selasa (2/9/2025).
Kehadirannya yang diperkirakan berusia 12 tahun memunculkan spekulasi bahwa ia sedang dipersiapkan sebagai penerus kepemimpinan Korea Utara di masa depan.
Parade militer tersebut digelar untuk memperingati 75 tahun berdirinya Republik Rakyat China. Kim Ju-ae terlihat mendampingi ayahnya, Kim Jong-un, di tribun kehormatan bersama pejabat tinggi China.
Penampilan perdananya di panggung internasional ini menjadi sorotan, mengingat langkanya informasi mengenai keluarga inti pemimpin Korea Utara.
Menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kim Ju-ae tampak percaya diri saat menyaksikan parade yang menampilkan ribuan prajurit, peralatan militer canggih, dan demonstrasi kekuatan udara China.
βKim Ju-ae tampak tenang dan penuh perhatian, mengamati setiap detail parade,β tulis KCNA dalam laporannya.
Sinyal Suksesi Kepemimpinan
Para analis politik menyebut kehadiran Kim Ju-ae di acara ini sebagai langkah strategis Korea Utara untuk memperkenalkan putri Kim Jong-un kepada dunia.
βIni adalah sinyal kuat bahwa Kim Ju-ae sedang dipersiapkan untuk peran penting di masa depan,β kata Dr. Lee Sung-yoon, pakar Korea Utara dari Universitas Tufts, Amerika Serikat.
Spekulasi mengenai suksesi kepemimpinan di Korea Utara semakin menguat sejak Kim Ju-ae mulai muncul di sejumlah acara resmi sejak 2022.
Ia pernah mendampingi Kim Jong-un dalam peluncuran rudal balistik antarbenua dan acara militer lainnya di Pyongyang. Kehadirannya di China kali ini dianggap sebagai langkah untuk memperkuat citra internasionalnya.
Hubungan Korea Utara-China Makin Erat
Kunjungan Kim Jong-un dan putrinya ke China juga menegaskan hubungan erat antara Pyongyang dan Beijing. Dalam pidatonya, Presiden China Xi Jinping menyambut hangat delegasi Korea Utara.
βKami akan terus memperdalam kerja sama strategis dengan Korea Utara untuk menjaga stabilitas regional,β ujar Xi Jinping.
Kim Ju-ae, yang disebut-sebut sebagai anak kedua Kim Jong-un, belum secara resmi dikonfirmasi sebagai penerus. Namun, kehadirannya di panggung global semakin memicu diskusi tentang masa depan dinasti Kim.
βKehadiran Ju-ae di Beijing menunjukkan bahwa Kim Jong-un ingin dunia melihatnya sebagai bagian dari masa depan Korea Utara,β tambah Dr. Lee.
Misteri Keluarga Kim
Informasi tentang Kim Ju-ae masih sangat terbatas. Ia pertama kali disebut sebagai putri Kim Jong-un oleh media Korea Selatan pada 2013, namun identitasnya baru dikonfirmasi KCNA pada 2022.
Penampilan publiknya yang jarang membuat setiap kemunculannya selalu menjadi berita besar.
Analis memperkirakan Korea Utara akan terus mempromosikan Kim Ju-ae dalam acara-acara strategis untuk membangun legitimasi politiknya. Namun, tantangan besar menanti, termasuk bagaimana Pyongyang akan menyeimbangkan tradisi patriarki dengan potensi kepemimpinan perempuan di masa depan.