Panggung Formula 1 2026 kini tengah diguncang oleh sensasi remaja Italia, Andrea Kimi Antonelli. Namun, bos Mercedes, Toto Wolff, memberikan peringatan keras bagi sang wonderkid agar tidak terlalu nyaman di puncak: George Russell adalah seorang “pembunuh” yang siap bangkit kapan saja.
Antonelli baru saja mengukir rekor fantastis dengan meraih pole position dan kemenangan tiga kali berturut-turut di GP Miami. Sementara itu, Russell harus puas finis di posisi keempat setelah akhir pekan yang penuh cobaan, di mana ia benar-benar “diasapi” oleh rekan setim remajanya tersebut.
Dominasi Sang Remaja vs Kesulitan Russell
Hasil di Miami menunjukkan jurang yang cukup lebar. Russell finis 43 detik di belakang pemuda berusia 19 tahun itu. Dengan hasil ini, Antonelli kini melesat 20 poin di puncak klasemen sementara kejuaraan dunia setelah empat seri pembuka musim 2026.
Meski performa Russell sedang limbung, Toto Wolff tetap pasang badan dan memberikan peringatan tersirat kepada Antonelli.
“Saya selalu katakan bahwa George tidak akan menjadi pemenang Grand Prix jika dia bukan seorang ‘pembunuh’ (killer),” tegas Wolff saat menjawab pertanyaan dari Crash.net.
Menurut Wolff, Russell adalah pembalap yang sangat analitis. Ia tidak akan membiarkan kekalahan ini menghancurkan mentalnya.
“Dia menganalisis data, menarik kesimpulan, dan sadar bahwa ia memang tidak pernah merasa nyaman dengan aspal mulus di trek Miami. Cukup sampai di situ. Besok, dia sudah menatap Montreal dengan 18 balapan tersisa. Masih banyak poin yang bisa diraih,” tambah Wolff.
Russell: “Saya Tidak Lupa Cara Mengemudi”
Di sisi lain, George Russell tetap menunjukkan mentalitas baja meskipun performa Antonelli sedang di atas angin. Ia tidak menampik bakat luar biasa rekan setimnya, namun ia menolak untuk menyerah dalam perebutan gelar juara dunia.
“Dia (Antonelli) adalah pembalap fantastis dan sangat cepat sejak hari pertama. Anda tidak akan memenangkan semua kejuaraan saat muda jika tidak punya kecepatan,” ujar Russell dalam wawancara dengan Sky Sports F1.
“Tapi, saya tetap percaya pada diri sendiri. Saya sudah pernah berada di posisi atas, dan saya tidak lupa cara mengemudi. Ini hanya fase sulit dalam empat balapan awal. Perjalanan masih panjang, dan kami akan mengevaluasi semuanya dalam beberapa minggu ke depan,” pungkas Russell dengan nada menantang.


