PAPUA TENGAH – Insiden ledakan yang menewaskan dan melukai warga sipil di Kampung Danggoa, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat. Menanggapi berkembangnya informasi tersebut, Komando Operasi (Koops) TNI Habema menegaskan tidak ada aktivitas patroli maupun penggunaan bahan peledak oleh personel TNI di wilayah tersebut saat peristiwa terjadi.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat (19/6/2026) itu menyebabkan tiga warga sipil menjadi korban. Koops TNI Habema menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat setempat.
Dalam keterangan resminya, Koops TNI Habema menjelaskan bahwa berdasarkan data operasi dan laporan satuan yang bertugas di lapangan, tidak ditemukan adanya pergerakan patroli TNI menuju Kampung Danggoa maupun area sekitarnya pada waktu kejadian berlangsung.
Selain itu, satuan yang bertugas juga melaporkan tidak ada penggunaan granat ataupun bahan peledak lain oleh personel TNI dalam pelaksanaan tugas di wilayah tersebut.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menegaskan klarifikasi ini diperlukan untuk memberikan informasi yang akurat kepada publik sekaligus mencegah munculnya kesimpangsiuran yang dapat memperkeruh situasi.
“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa warga. Berdasarkan data kegiatan satuan yang kami miliki, tidak ada patroli TNI yang berada di Kampung Danggoa saat kejadian berlangsung. Namun demikian, kami menghormati proses investigasi yang sedang berjalan agar penyebab kejadian dapat diketahui secara jelas dan objektif,” kata Wirya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap penyebab ledakan yang hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Sejumlah informasi yang beredar di masyarakat mengaitkan insiden tersebut dengan aktivitas aparat keamanan. Namun, Koops TNI Habema menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut perlu dibuktikan melalui penyelidikan yang komprehensif dan berbasis fakta.
Menurut Koops TNI Habema, penentuan penyebab ledakan tidak dapat dilakukan berdasarkan asumsi atau informasi yang belum terverifikasi. Karena itu, pihaknya meminta semua pihak memberikan ruang kepada aparat dan instansi berwenang untuk menjalankan investigasi secara profesional, transparan, dan objektif.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar hasil penyelidikan dapat memberikan kejelasan bagi keluarga korban maupun masyarakat luas, sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan di wilayah Papua Tengah.
Di sisi lain, Koops TNI Habema menyatakan dukungannya terhadap seluruh upaya penanganan korban. TNI juga menyatakan kesiapan untuk membantu langkah-langkah kemanusiaan yang diperlukan bersama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta instansi terkait lainnya.
Komitmen tersebut, menurut Koops TNI Habema, merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan penanganan korban berjalan maksimal pascainsiden.
Selain fokus pada penanganan korban, TNI juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di tengah proses investigasi yang masih berlangsung. Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.
Koops TNI Habema menekankan bahwa stabilitas keamanan di Papua merupakan kepentingan bersama yang harus dijaga oleh seluruh pihak. Oleh karena itu, penyebaran informasi yang akurat dan terverifikasi menjadi faktor penting untuk mencegah munculnya ketegangan maupun kesalahpahaman di lapangan.
Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan di Kampung Danggoa masih dalam penyelidikan. Aparat berwenang diharapkan dapat segera mengungkap fakta di balik insiden tersebut sehingga masyarakat memperoleh kepastian mengenai kronologi dan sumber ledakan yang menyebabkan jatuhnya korban sipil.



