SEOL, KORSEL – Pemerintah Korea Selatan resmi menetapkan 3 Juni 2025 sebagai tanggal pemilihan presiden dadakan, menyusul pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol oleh Mahkamah Konstitusi pekan lalu. Keputusan ini diambil setelah Kabinet dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setuju menetapkannya sebagai hari libur nasional agar masyarakat dapat menggunakan hak suaranya.
- Akar Krisis: Dekrit Darurat Militer yang Memicu Pemakzulan
- Kekosongan Kekuasaan dan Dampaknya
- Siapa Calon Potensial Pengganti Yoon
- 1. Lee Jae-myung (Partai Demokrat)
- 2. Han Dong-hoon (Partai Kekuatan Rakyat)
- 3. Oh Se-hoon (Wali Kota Seoul)
- 4. Kim Moon-soo (Menteri Tenaga Kerja) dan Hong Joon-pyo (Wali Kota Daegu)
- Hasil Survei Terkini: Lee Jae-myung Unggul
Akar Krisis: Dekrit Darurat Militer yang Memicu Pemakzulan
Yoon Suk Yeol dicopot dari jabatannya setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa ia melanggar kewajiban konstitusional dengan mengeluarkan dekrit darurat militer pada 3 Desember 2024 dan memobilisasi tentara untuk menghentikan proses parlemen.
Kekosongan Kekuasaan dan Dampaknya
Menurut hukum Korea Selatan, pemilihan presiden baru harus dilaksanakan dalam 60 hari jika terjadi kekosongan jabatan. Negara ini telah dilanda gejolak politik sejak Yoon mengumumkan keadaan darurat militer, yang memicu pemakzulan dirinya serta upaya pemakzulan Perdana Menteri sementara Han Duck-soo.
Meski sempat dipecat, Han Duck-soo akhirnya dikembalikan oleh Mahkamah Konstitusi dan akan tetap menjabat sebagai penjabat presiden hingga pemilu selesai.
Situasi ini memperumit hubungan Korea Selatan dengan pemerintahan Donald Trump di AS, di tengah kenaikan tarif impor dan pelambatan pertumbuhan ekonomi negara dengan ekonomi terbesar keempat di Asia tersebut.
Siapa Calon Potensial Pengganti Yoon
Pemilu dadakan ini memunculkan sejumlah nama kuat yang berpeluang menduduki Blue House (Kediaman Presiden Korsel):
1. Lee Jae-myung (Partai Demokrat)
- Populis liberal yang nyaris menang melawan Yoon pada 2022.
- Masih menghadapi tantangan hukum, termasuk tuduhan pelanggaran pemilu dan suap.
2. Han Dong-hoon (Partai Kekuatan Rakyat)
- Mantan pemimpin partai berkuasa yang dianggap sebagai kandidat konservatif unggulan.
3. Oh Se-hoon (Wali Kota Seoul)
- Figur konservatif yang mendukung pengembangan senjata nuklir Korea Selatan.
4. Kim Moon-soo (Menteri Tenaga Kerja) dan Hong Joon-pyo (Wali Kota Daegu)
- Juga masuk dalam bursa calon dari kubu konservatif.
Hasil Survei Terkini: Lee Jae-myung Unggul
Menurut jajak pendapat Gallup (4 April 2025), elektabilitas kandidat adalah:
- Lee Jae-myung (34%)
- Kim Moon-soo (9%)
- Han Dong-hoon (5%)
- Hong Joon-pyo (4%)
- Oh Se-hoon (2%)
Pemilu ini menjadi ujian demokrasi bagi Korea Selatan di tengah polarisasi politik dan ketidakstabilan ekonomi. Hasilnya akan menentukan arah kebijakan luar negeri, termasuk hubungan dengan AS dan Korea Utara.