JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan tidak alergi terhadap pemberitaan media yang mengungkap kerusakan maupun kekurangan dalam pekerjaan yang dilakukan TNI AD. Sebaliknya, ia meminta media aktif menyampaikan informasi agar berbagai persoalan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
Maruli mengatakan, informasi dari media menjadi salah satu sumber bagi TNI AD untuk mengetahui persoalan yang membutuhkan penanganan. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan survei langsung ke lokasi.
“Justru kita lebih senang. Informasi yang kita sampaikan tadi berasal dari media atau Babinsa. Kalau ada laporan, langsung kita survei,” kata Maruli.
Ia bahkan mempersilakan media memberitakan sebanyak mungkin persoalan yang ditemukan di lapangan. Menurutnya, informasi tersebut dapat menjadi bahan bagi jajaran TNI AD untuk melakukan pengecekan sekaligus mengevaluasi pekerjaan.
“Jadi, kita justru senang. Silakan sampaikan sebanyak-banyaknya. Kita tinggal mengumpulkan informasi dan menindaklanjutinya,” ujarnya.
Maruli juga menekankan pentingnya peran Babinsa dalam membantu memastikan informasi yang diterima sesuai dengan kondisi di lapangan. Jika ada persoalan yang lebih dahulu diketahui media, ia mengaku dapat meminta penjelasan kepada Babinsa mengenai informasi tersebut.
“Babinsa juga tidak bisa berbohong. Kalau ada laporan yang kita dapatkan dari media, kita bisa bertanya kepada Babinsa mengapa informasi itu justru kita dapatkan dari media,” tuturnya.
Selain menerima laporan, Maruli mengusulkan agar pekerjaan TNI AD disampaikan secara berkala kepada publik. Informasi yang dibagikan tidak hanya berupa hasil kegiatan, tetapi juga rencana pekerjaan yang akan dilakukan.
Ia mencontohkan, redaksi media dapat menerima pembaruan mengenai pekerjaan yang sedang berjalan pada pekan ini, rencana kegiatan pekan berikutnya, hingga pekerjaan yang telah selesai.
“Jangan hanya menyampaikan kesimpulan kegiatan, tetapi juga rencana kegiatannya. Rencana itu disampaikan dan dibagikan kepada semua pihak agar masyarakat tahu bahwa kita sedang mengerjakan sesuatu,” kata Maruli.
Menurutnya, pola komunikasi tersebut merupakan bagian dari transparansi agar masyarakat mengetahui perkembangan pekerjaan TNI AD sekaligus dapat menyampaikan masukan apabila ditemukan persoalan.
Maruli juga mempersilakan media yang ingin melakukan peliputan khusus terhadap pekerjaan TNI AD. Ia berharap komunikasi antara institusi militer dan media dapat membantu menyampaikan informasi yang lebih lengkap kepada masyarakat.