JAKARTA – Kualitas udara di DKI Jakarta kembali memburuk pada Sabtu pagi ini, menempatkan ibu kota dalam kategori “tidak sehat” berdasarkan data situs pemantau kualitas udara, IQAir. Warga diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna melindungi kesehatan dari paparan polusi udara yang berbahaya.
Berdasarkan pantauan IQAir pada pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta mencapai angka 165, menjadikannya kota dengan polusi udara tertinggi kedua di dunia pada waktu tersebut.
Peringkat ini menunjukkan tingkat polutan PM2.5 yang berbahaya, yang dapat memicu gangguan pernapasan dan masalah kesehatan lainnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya mengatasi masalah polusi udara melalui berbagai langkah strategis. “Kami terus melakukan pengawasan terhadap sumber-sumber polusi, baik dari sektor industri, transportasi, maupun pembakaran,” ujar Asep.
Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menekan tingkat polusi di ibu kota.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kondisi udara Jakarta pada Sabtu pagi didominasi oleh cuaca berawan dengan suhu rata-rata 24–31 derajat Celsius. Namun, kondisi ini tidak cukup untuk mengurangi konsentrasi polutan di udara.
BMKG juga memprediksi potensi hujan ringan di beberapa wilayah Jakarta pada sore hingga malam hari, yang diharapkan dapat sedikit memperbaiki kualitas udara.
Para ahli kesehatan menyarankan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. “Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker yang sesuai, seperti masker N95, untuk mencegah paparan partikel berbahaya,” kata dr. Agus Santoso, spesialis paru-paru dari RS Cipto Mangunkusumo.
Polusi udara di Jakarta yang kian memprihatinkan ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih serius menangani masalah lingkungan. Warga juga diimbau untuk memantau perkembangan kualitas udara melalui aplikasi atau situs resmi seperti IQAir dan menyesuaikan aktivitas mereka demi menjaga kesehatan.