BIRMINGHAM – Langkah Jafar Hidayatullah/Felisha Albertha Nathaniel Pasaribu di All England 2026 semakin panas setelah mereka memastikan tiket 16 besar turnamen BWF Super 1000 tersebut.
Pada laga babak 32 besar All England 2026 yang digelar di Utilita Arena Birmingham, Rabu (4/3/2026), Jafar/Felisha tampil solid untuk menyingkirkan pasangan China Gao Jia Xuan/Wu Meng Ying lewat kemenangan dua gim langsung 24-22, 21-13.
Kemenangan ini tak hanya mengamankan tempat di fase 16 besar All England 2026, tetapi juga memastikan sektor ganda campuran Indonesia akan menghadirkan pertarungan internal yang sarat gengsi dan strategi.
Gim pertama berlangsung ketat dengan reli panjang dan tekanan tinggi dari kedua pasangan hingga skor menembus angka deuce, namun Jafar/Felisha mampu menjaga fokus di poin-poin krusial sebelum akhirnya mengamankan kemenangan 24-22.
Memasuki gim kedua, pasangan Indonesia tampil lebih percaya diri dan agresif sehingga mampu mengontrol tempo permainan dan menutup laga dengan margin meyakinkan 21-13.
“Pasangan lawan bermain cukup bagus ya, kami coba meladeni tapi malah banyak kehilangan angka. Menurut saya wajar di pertandingan pertama tadi mainnya saling menekan dan ngotot,” ujar Felisha dikutip dari PBSI.
Meski menang straight game, Jafar mengakui performanya belum sepenuhnya optimal dan masih terdapat sejumlah evaluasi yang harus segera dibenahi sebelum menghadapi babak berikutnya.
“Masih banyak yang harus diperbaiki apalagi melihat di gim pertama tadi. Di gim kedua karena sudah ambil gim pertama jadi lebih enak, lebih bisa atur temponya, lebih tahu bola-bolanya akan diarahkan ke mana,” ujar Jafar.
Perang Saudara
Di babak 16 besar All England 2026, Jafar/Felisha akan berhadapan dengan rekan sendiri Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.
Amri/Nita yang lebih dulu memastikan kelolosan setelah mengalahkan pasangan Jerman Marvin Seidel/Thuc Phuong Nguyen dengan skor 21-17 dan 21-14.
Pertemuan ini menjadi sorotan karena perubahan hasil undian membuat dua wakil Merah Putih harus saling sikut lebih cepat dibanding skenario awal.
“Sayang memang saat undian berubah, kami langsung harus ketemu teman sendiri di 16 besar. Kalau seperti undian awal kan mungkin bisa sama-sama lolos dan maju sampai seterusnya. Kalau besok, salah satu pasti harus kalah,” ungkap Felisha.
Secara rekor pertemuan, Jafar/Felisha memiliki catatan cukup positif dengan dua kemenangan dan satu kekalahan dari Amri/Nita, termasuk kemenangan terakhir yang mereka raih di Hong Kong Open 2025 yang menambah kepercayaan diri jelang duel panas ini.
Dengan situasi terkini ini, All England 2026 sektor ganda campuran dipastikan menghadirkan drama internal Indonesia di fase 16 besar yang bukan hanya soal tiket perempat final.
Tetapi juga pertaruhan mental, konsistensi, dan peluang menjaga tradisi prestasi di turnamen bulu tangkis tertua dunia tersebut.***