Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) mengajak mahasiswa untuk lebih melek terhadap literasi digital serta aktif mencegah penyebaran disinformasi di era digital yang semakin kompleks.
Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, dalam acara PCO Goes to Campus yang digelar di Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta, pada Senin, 30 Juni.
Dalam paparannya, Hasan Nasbi menyoroti bahaya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan konten menyesatkan yang kian marak di media sosial. Ia mengingatkan bahwa informasi yang salah bisa memicu kesalahpahaman dan merusak iklim demokrasi digital.
Dalam sesi diskusi, Hasan menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PCO untuk meningkatkan literasi digital, sekaligus mencegah dampak buruk seperti disinformasi, fitnah digital, dan fenomena brain rot di kalangan generasi muda.
Hasan juga menegaskan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran penting dalam menangkal narasi sesat di dunia maya. Ia mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, memilah informasi, serta aktif menyebarkan kebenaran di tengah banjirnya informasi digital.
Seminar bertema Literasi Digital dan Tanggung Jawab Intelektual: Sinergi Pemerintah dan Kampus Menangkal Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian ini menjadi bagian dari program rutin PCO Goes to Campus, yang akan menyambangi berbagai perguruan tinggi lainnya di Indonesia.
Melalui diskusi ini, PCO berharap lahir kolaborasi erat antara pemerintah dan kalangan akademisi dalam meningkatkan kesadaran digital, khususnya di kalangan generasi muda.
Laporan Niken Cahyani – Alif Rahman – Jakarta, Garuda TV
Caption | Admin: Raihana